Fakta Nasional

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Meroket ke Level Tertinggi dalam Sebulan

FAKTANASIONAL.NET — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali membakar pasar energi global. Harga minyak dunia melonjak tajam dan menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan pada penutupan perdagangan Jumat (17/7/2026). Investor mengkh…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 18 July 2026 📖 1 menit
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Meroket ke Level Tertinggi dalam Sebulan
Aktivitas pengangkutan minyak mentah dunia yang dipengaruhi dinamika geopolitik Timur Tengah dan stok persediaan AS./(Pixabay)

FAKTANASIONAL.NET — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali membakar pasar energi global. Harga minyak dunia melonjak tajam dan menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan pada penutupan perdagangan Jumat (17/7/2026).

Investor mengkhawatirkan terjadinya gangguan pasokan yang masif setelah konflik militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan semakin meluas.

Pada akhir perdagangan di bursa London, minyak mentah Brent meroket 3,87 Dolar AS atau 4,59 persen menjadi 88,10 Dolar AS per barel.

Setali tiga uang, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS di bursa New York menguat 3,54 Dolar AS atau 4,48 persen ke posisi 82,49 Dolar AS per barel. Bagi kedua acuan tersebut, ini merupakan level harga tertinggi yang pernah disentuh sejak pertengahan Juni lalu.

Jika diakumulasikan sepanjang pekan ini, performa kedua jenis minyak tersebut sangat impresif dengan membukukan kenaikan sekitar 16 persen.

Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per Hari Ini, Pertamina: Mengacu Dinamika Harga Pasar Minyak Dunia

Brent sukses mencatat reli mingguan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, sedangkan WTI membukukan penguatan mingguan untuk kedua kalinya.

Saling Balas Serangan Militer di Timur Tengah

Kepanikan pasar dipicu oleh eskalasi militer yang kian agresif di kawasan Teluk. AS dilaporkan telah melancarkan serangan udara yang menargetkan sejumlah infrastruktur strategis, termasuk jembatan dan bandara di wilayah Iran.

Tak tinggal diam, Teheran membalas dengan menggempur pembangkit listrik serta fasilitas desalinasi air di Kuwait.

Selain itu, pihak Iran juga mengklaim telah menghantam fasilitas militer AS yang tersebar di Timur Tengah.

Ketegangan ini mencapai puncaknya melalui serangan langsung pertama Iran ke Suriah, yang terjadi setelah enam malam berturut-turut wilayah kedaulatan Iran dibombardir oleh pasukan AS.

Ancaman terhadap jalur logistik global juga kian nyata. Di saat yang sama, Iran disebut-sebut tengah mendorong kelompok Houthi untuk mengganggu jalur pelayaran internasional di Laut Merah, skenario yang dipersiapkan apabila AS nekat menyerang infrastruktur energi vital milik Iran.

Baca Juga: Ketegangan Berlanjut, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik Dekati Level Kritis


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK