Fakta Nasional

Konflik Yaman Memanas: Koalisi Saudi Serang Wilayah Kelompok Separatis

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Ketegangan di Yaman kembali memuncak setelah koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara di wilayah al-Dhale. Serangan ini merupakan respons atas sikap pemimpin kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC),…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 09 January 2026 📖 1 menit
Konflik Yaman Memanas: Koalisi Saudi Serang Wilayah Kelompok Separatis
Gebrakan Anti-Korupsi Arab Saudi: Ratusan Pejabat Terjaring Operasi Nazaha/(instagram)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Ketegangan di Yaman kembali memuncak setelah koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara di wilayah al-Dhale.

Serangan ini merupakan respons atas sikap pemimpin kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC), Aidaros Alzubidi, yang mangkir dari undangan perundingan damai di Riyadh, dilansir pada 8 Januari 2026.

Situasi ini mengancam stabilitas keamanan di wilayah selatan Yaman yang sebelumnya mulai kondusif.

Pihak koalisi sebelumnya telah memberikan waktu 48 jam bagi Alzubidi untuk hadir dalam diskusi menyusul aksi perebutan wilayah oleh pasukannya.

Kegagalan Alzubidi memenuhi panggilan tersebut berujung pada pemecatan dirinya oleh Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman.

Ia kini menghadapi tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi karena dianggap memobilisasi pasukan besar secara ilegal.

Konfrontasi ini menimbulkan kekhawatiran akan pecahnya kekerasan baru di Kota Aden. Selain itu, ketegangan ini juga merusak hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang memiliki kepentingan berbeda terhadap faksi-faksi di Yaman.

Persaingan pengaruh ini membuat penyelesaian konflik di negara tersebut menjadi semakin kompleks dan sulit diprediksi.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK