Krisis Energi Global: Kuwait Pangkas Produksi Minyak Akibat Konflik Teluk
FAKTANASIONAL.NET - Kuwait secara resmi mengurangi output minyak dan aktivitas kilangnya setelah jalur pelayaran di Teluk Persia dianggap tidak aman bagi kapal tanker. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya ancaman keamanan dari Iran…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Kuwait secara resmi mengurangi output minyak dan aktivitas kilangnya setelah jalur pelayaran di Teluk Persia dianggap tidak aman bagi kapal tanker.
Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya ancaman keamanan dari Iran yang melumpuhkan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital bagi 20% konsumsi minyak dunia.
Tersumbatnya Selat Hormuz menyebabkan penumpukan stok minyak di negara-negara produsen karena ketiadaan kapal pengangkut, dilansir pada 9 Maret 2026.
Irak bahkan telah memangkas produksi hingga 1,5 juta barel per hari karena kapasitas penyimpanan yang penuh.
Kondisi ini bukan lagi sekadar risiko politik, melainkan gangguan operasional nyata yang mengancam stabilitas energi global.
Analis JPMorgan memperkirakan harga minyak dunia bisa melonjak drastis jika konflik berlanjut lebih dari tiga minggu.
Saat ini, harga Brent sudah menyentuh level US$92,69 per barel. Selain minyak, pasokan gas alam cair (LNG) dari Qatar juga terganggu, menambah beban krisis energi yang dirasakan pasar internasional saat ini.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.