Fakta Nasional

Krisis Energi Global: Pakistan Kembali Naikkan Harga BBM Hingga 54 Persen Akibat Eskalasi Perang

FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Pakistan resmi memberlakukan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan mulai Kamis (2/4/2026). Kebijakan ini diambil sebagai dampak langsung dari melonjaknya harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh m…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 04 April 2026 📖 1 menit
Krisis Energi Global: Pakistan Kembali Naikkan Harga BBM Hingga 54 Persen Akibat Eskalasi Perang
/Dok. Reuters

FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Pakistan resmi memberlakukan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan mulai Kamis (2/4/2026).

Kebijakan ini diambil sebagai dampak langsung dari melonjaknya harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh meluasnya konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.

Melansir laporan Reuters, lonjakan harga paling tajam terjadi pada jenis solar yang naik 54,9 persen menjadi 520,35 rupee per liter. Sementara itu, harga bensin juga terkerek naik 42,7 persen hingga menyentuh level 458,40 rupee per liter.

Dampak Konfrontasi AS-Iran

Menteri Perminyakan Pakistan, Ali Pervaiz Malik, menjelaskan bahwa pemerintah tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga domestik dengan kondisi pasar internasional yang sedang bergejolak.

"Kenaikan harga ini tidak terelakkan karena harga di pasar internasional tidak terkendali setelah perang AS-Iran," ujar Malik dalam konferensi pers, Jumat (3/4/2026).

Penyesuaian ini merupakan kali kedua dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya, Pakistan telah menaikkan harga BBM sebesar 20 persen dengan alasan serupa, yakni gangguan pasokan global akibat keterlibatan Amerika Serikat dan Israel dalam konfrontasi dengan Iran.

Keterbatasan Ruang Fiskal

Menteri Keuangan Muhammad Aurangzeb menyatakan bahwa pemerintah tetap berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui subsidi yang lebih terarah.

Skema bantuan akan difokuskan bagi kelompok rentan seperti petani kecil, pemilik sepeda motor, serta sektor transportasi antar kota.

Meski demikian, beban anggaran negara dilaporkan kian berat. Dalam tiga pekan terakhir, total subsidi energi yang telah dikucurkan pemerintah Pakistan mencapai angka 129 miliar rupee.

Angka ini dinilai tidak berkelanjutan jika konflik global terus berlanjut tanpa kepastian.

"Karena sumber daya terbatas dan belum ada tanda-tanda perang ini akan berakhir, tidak ada cara untuk melanjutkan subsidi secara menyeluruh," pungkas Malik.

Kebijakan ini diprediksi akan memberikan tekanan inflasi tambahan bagi ekonomi Pakistan, mengingat ketergantungan negara tersebut pada impor energi di tengah ketidakpastian jalur distribusi global.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK