Fakta Nasional

Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis Dinilai Buka Peluang Besar Investasi Ekonomi dan Pertahanan

FAKTANASIONAL.NET — Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Prancis beberapa waktu lalu diperkirakan bakal membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengamankan investasi di bidang ekonomi dan pertahanan. Langkah diplomatik ini dinilai memperk…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 01 June 2026 📖 2 menit
Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis Dinilai Buka Peluang Besar Investasi Ekonomi dan Pertahanan
Kunjungan intensif yang berbasis kesetaraan ini dinilai pengamat membuka ruang investasi strategis bagi perluasan pasar hilirisasi Indonesia melalui kerangka kerja sama IEU CEPA./Dok. Setpres
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Prancis beberapa waktu lalu diperkirakan bakal membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengamankan investasi di bidang ekonomi dan pertahanan.

Langkah diplomatik ini dinilai memperkuat posisi tawar Indonesia di panggung internasional secara signifikan.

Pengamat Hubungan Internasional, Subhan Yusuf, menilai bahwa rangkaian kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis tersebut memiliki nilai urgensi yang sangat tinggi.

Menurutnya, diplomasi tatap muka ini mampu memaksimalkan semua opsi strategis guna melindungi kepentingan nasional sekaligus mempererat hubungan bilateral di berbagai dimensi.

"Misalnya, terkait IEU CEPA (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement) dan (kerja sama) dewan ekonomi antara KADIN (Kamar Dagang Indonesia) dan kamar dagang Prancis," ujar Subhan dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 31/5/2026.

Subhan memaparkan bahwa penguatan kerja sama tersebut memiliki nilai yang sangat strategis bagi Indonesia, khususnya dalam memacu laju perkembangan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Baca Juga: AHY Ditunjuk Prabowo Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung

"Hal ini berarti Indonesia secara resmi menginginkan Prancis melakukan investasi di berbagai bidang di Indonesia," sambung Subhan.

Lebih lanjut, sektor pertahanan juga menjadi pilar krusial dalam kemitraan kedua negara.

Terlebih, Indonesia saat ini tercatat sebagai salah satu negara pengguna aktif berbagai produk alat utama sistem persenjataan (alutsista) mutakhir buatan Prancis, seperti jet tempur Rafale, kapal selam kelas Scorpene, hingga sejumlah teknologi persenjataan taktis lainnya.

"Jika Indonesia-Prancis erat, tentu sangat bagus buat Indonesia. Karena meski bukan negara hegemoni ekonomi, tetapi untuk teknologi militer, Prancis sangat mumpuni," urai Subhan menambahkan.

Subhan melihat tingginya intensitas kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis sebagai wujud nyata dari upaya mempererat hubungan dalam sebuah gestur diplomatik yang bersifat dua arah.

Sinyal kedekatan tersebut tercermin dari riwayat empat kali kunjungan, di mana sebagian besar di antaranya dipenuhi berdasarkan undangan diplomatik resmi dari pihak pemerintah Prancis.

Selain itu, ia mengidentifikasi adanya faktor kepercayaan tinggi (high trust) dalam diplomasi yang dijalankan.

Kunjungan ini juga membawa agenda konkret untuk memperkuat kapasitas militer Indonesia demi memenuhi target Minimum Essential Force (MEF), di samping mengawal kepentingan hilirisasi industri nasional melalui negosiasi IEU CEPA.

"Saya artikan sebagai upaya mempererat hubungan, yang tentunya berlangsung dalam gestur dua arah, dalam arti setara, tidak ada yang subordinatif. Hal ini penting dicatat, karena menjadi berbeda jika banyak kunjungan, tapi tidak dalam posisi yang egaliter setara, baik secara postur diplomatis maupun secara outcome yang dihasilkan," tuturnya.

Di akhir analisisnya, Subhan menegaskan bahwa Presiden Prabowo tengah mengemban misi besar demi mengamankan kepentingan nasional Indonesia.

Pendekatan diplomatik yang diterapkan dinilai sangat kalkulatif karena mampu menampilkan gestur persahabatan dan perdamaian secara langsung kepada para pemimpin global dari berbagai blok kekuatan dunia yang berbeda.

"Presiden Prabowo sedang mengemban tugas demi kepentingan nasional Indonesia, dengan approach yang sangat kalkulatif, karena berhasil mempresentasikan gestur persahabatan dan perdamaian langsung kepada global leader dari berbagai blok, misalnya BRICS bersama Rusia dan China, dengan AS melalui hubungan bilateral, dan sekarang Uni Eropa Superpower, yakni Prancis," tandas Subhan.

Baca Juga: Bertemu Emmanuel Macron di Paris, Presiden Prabowo Sambut Baik Pembentukan Forum Bisnis Prancis-Indonesia


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK