Lebanon Siaga Satu, Khawatir Infrastruktur Sipil Jadi Sasaran Konflik Israel-Iran
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Raggi, menyuarakan kekhawatiran mendalam atas meningkatnya tensi militer antara Israel dan Iran. Lebanon merasa posisinya kian terjepit, terutama setelah adanya laporan penembakan ole…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Raggi, menyuarakan kekhawatiran mendalam atas meningkatnya tensi militer antara Israel dan Iran.
Lebanon merasa posisinya kian terjepit, terutama setelah adanya laporan penembakan oleh militer Israel di wilayah selatan negara tersebut.
Pemerintah Lebanon khawatir bahwa eskalasi ini akan menyeret infrastruktur vital mereka ke dalam pusaran perang, dilansir pada 25 Februari 2026.
Dalam pernyataannya di Jenewa, Raggi menegaskan bahwa Lebanon sedang berupaya keras melalui jalur diplomatik agar objek sipil seperti bandara tidak menjadi target serangan.
Meskipun Amerika Serikat mulai meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap Israel, Lebanon secara tegas menyatakan bahwa konflik yang terjadi saat ini sama sekali bukan bagian dari urusan kedaulatan mereka.
Rakyat Lebanon kini dihantui oleh skenario "reaksi berantai". Kekhawatiran terbesar adalah jika serangan AS ke Iran memicu pembalasan dari Hizbullah ke arah Israel, yang kemudian akan dibalas dengan gempuran besar-besaran oleh militer Israel ke wilayah Lebanon.
Posisi sulit ini membuat pemerintah Lebanon terus mendesak komunitas internasional untuk menjamin keamanan warga sipil di tengah ancaman konflik regional yang kian nyata.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.