Fakta Nasional

Mahasiswa Trisakti Soraki Stafsus Wamensesneg Saat Aksi Unjuk Rasa

Stafsus Wamensesneg Binbin Firman Tresnadi ditemui mahasiswa Universitas Trisakti yang berunjuk rasa di Jakarta Pusat pada 29 Oktober 2026. Aksinya diwarnai sorakan karena dinilai melanggar janji mundur soal karhutla.

Penulis: argenteaayu Friday, 30 October 2026 📖 1 menit
Mahasiswa Trisakti Soraki Stafsus Wamensesneg Saat Aksi Unjuk Rasa

FAKTANASIONAL.NET - Pada Kamis, 29 Oktober 2026, aksi unjuk rasa digelar oleh mahasiswa Universitas Trisakti di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, tepat di depan BSI Tower.

Staf Khusus Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Binbin Firman Tresnadi, hadir langsung untuk menemui massa aksi. Binbin sempat berdiskusi dengan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Trisakti selama sekitar tiga puluh menit.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyuarakan Tiga Tuntutan Rakyat atau Tritura. Tuntutan itu mencakup pemulihan total di sektor ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, serta kesehatan.

Mahasiswa juga menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan serta Papua. Mereka meminta pemerintah memberikan pengobatan gratis bagi warga yang menderita infeksi saluran pernapasan akut akibat asap karhutla.

Selain itu, massa menuntut evaluasi terhadap kinerja Satgas Penertiban Kawasan Hutan serta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Wamenhut Rohmat Marzuki.

Usai berdiskusi, Binbin naik ke mobil komando untuk berjanji meneruskan aspirasi tersebut. Namun, suasana berubah saat Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Deni Wibowo, melayangkan kritik tajam.

Deni mengingatkan massa agar tidak mudah percaya pada janji pejabat tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Binbin pernah berjanji mundur jika karhutla tidak selesai dalam tiga hari.

"Teman-teman, jangan langsung percaya dengan janji bapak ini. Dua minggu lalu, beliau berjanji akan mundur dari jabatannya jika masalah karhutla tidak selesai dalam waktu tiga hari. Namun, nyatanya hari ini bapak ini masih menjabat," ujar Deni di hadapan massa.

Pernyataan tersebut langsung disambut sorak sorai oleh seluruh mahasiswa yang hadir. Aksi penyampaian aspirasi ini juga mendesak pemberantasan inkompetensi pejabat, penghapusan rangkap jabatan, serta penegakan supremasi sipil secara menyeluruh.[ayu]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK