Manuver "Gerbang Tunggal": Iran Mulai Terapkan Tarif Selat Hormuz, Rusia Dapat Karpet Merah
FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Iran secara resmi mulai mengoperasikan Selat Hormuz bukan hanya sebagai jalur logistik global, melainkan sebagai instrumen diplomatik dan ekonomi yang krusial. Menyusul ketegangan pasca-serangan AS-Israel, Teheran kini…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Iran secara resmi mulai mengoperasikan Selat Hormuz bukan hanya sebagai jalur logistik global, melainkan sebagai instrumen diplomatik dan ekonomi yang krusial.
Menyusul ketegangan pasca-serangan AS-Israel, Teheran kini mulai memungut biaya transit bagi kapal-kapal yang melintas, sembari memberikan pengecualian khusus bagi negara sekutu, terutama Rusia.
Pengecualian sebagai Alat Diplomasi
Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap "negara-negara sahabat".
Meski demikian, ia mengisyaratkan bahwa status istimewa ini bersifat dinamis dan bergantung pada situasi politik ke depan.
“Saat ini kami telah memberikan pengecualian untuk beberapa negara, tetapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Namun, kementerian luar negeri kami saat ini sedang berupaya menerapkan pengecualian yang direncanakan untuk negara-negara sahabat, seperti Rusia," ujar Jalali kepada RIA Novosti, Jumat (24/4/2026).
Transisi dari Rencana ke Realisasi
Jika sebelumnya pungutan tarif transit dianggap sebagai gertakan politik, laporan terbaru menunjukkan bahwa mekanisme tersebut sudah berjalan.
Wakil Ketua Pertama Parlemen Iran, Hamid Reza Haji Babaei, mengonfirmasi bahwa pundi-pundi negara mulai terisi dari kebijakan baru ini.
Menurut otoritas Iran, dana yang terkumpul dialokasikan untuk biaya jaminan keamanan jalur pelayaran di tengah ancaman konflik.
Teheran juga menegaskan bahwa blokade atau pembatasan penuh hanya akan dicabut secara total jika AS menghentikan blokade laut terhadap mereka.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.