Fakta Nasional

Manuver Politik Hungaria: Parlemen Resmi Copot Presiden Tamas Sulyok

FAKTANASIONAL.NET - Peta politik Hungaria mengalami perubahan drastis setelah parlemen secara resmi menyetujui amendemen konstitusi yang mencopot Presiden Tamas Sulyok dari jabatannya. Keputusan ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintahan bar…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 16 July 2026 📖 1 menit
Manuver Politik Hungaria: Parlemen Resmi Copot Presiden Tamas Sulyok
Manuver Politik Hungaria: Parlemen Resmi Copot Presiden Tamas Sulyok/(RUERETES)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Peta politik Hungaria mengalami perubahan drastis setelah parlemen secara resmi menyetujui amendemen konstitusi yang mencopot Presiden Tamas Sulyok dari jabatannya.

Keputusan ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintahan baru pimpinan Perdana Menteri Peter Magyar untuk merombak total institusi negara yang selama ini dikuasai oleh sekutu mantan PM Viktor Orban.

Dikutip dari laporan Al Jazeera pada Selasa (14/7/2026), amendemen krusial tersebut disahkan pada hari Senin melalui pemungutan suara mutlak dengan 139 suara mendukung dan hanya enam suara yang menolak.

Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan dominasi Partai Tisza yang berhasil menumbangkan rezim nasionalis sayap kanan Partai Fidesz dalam pemilu April lalu.

Sejak berkuasa, PM Magyar bergerak agresif menjalankan program reformasi komprehensif.

Selain pencopotan presiden, kebijakan baru mencakup reformasi yudisial, pembatasan masa jabatan parlemen selama 12 tahun, hingga pembentukan badan khusus untuk mengusut dugaan penyalahgunaan keuangan era pemerintahan lama.

Sulyok kini diberikan waktu lima hari untuk menandatangani amendemen tersebut, atau parlemen akan menempuh jalur pemakzulan secara hukum.

Aksi boikot yang dilakukan oleh faksi Partai Fidesz di parlemen gagal menghambat langkah koalisi pemerintahan baru. Ketegangan memuncak ketika PM Magyar melabeli Sulyok sebagai boneka politik Orban dan meluncurkan "Operasi Api Pembersih".

Upaya ini dinilai krusial untuk mencegah kebuntuan politik di masa depan, mengingat posisi presiden meski seremonial, memiliki wewenang hukum kuat untuk menjegal agenda reformasi pemerintah.

Dengan langkah ini, Partai Tisza bertekad membersihkan sisa-sisa pengaruh rezim lama demi menciptakan masa depan politik Hungaria yang lebih independen.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK