Fakta Nasional

Maskapai Alih Rute Demi Keamanan, Hindari Udara Timur Tengah

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Dalam sepekan terakhir, sejumlah maskapai komersial global memilih jalur terbang memutar untuk menghindari wilayah udara Timur Tengah. Keputusan ini dipicu serangan Amerika Serikat ke fasilitas nuklir Iran pada Min…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 23 June 2025 📖 1 menit
Maskapai Alih Rute Demi Keamanan, Hindari Udara Timur Tengah
Maskapai Penerbangan/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Dalam sepekan terakhir, sejumlah maskapai komersial global memilih jalur terbang memutar untuk menghindari wilayah udara Timur Tengah.

Keputusan ini dipicu serangan Amerika Serikat ke fasilitas nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025).

Data FlightRadar24 mencatat pola pengalihan mulai berlaku sejak pekan lalu, ketika ketegangan rudal antara Iran, Irak, Suriah, dan Israel semakin memuncak.

FlightRadar24 melaporkan bahwa penerbangan komersial kini menghindari koridor udara Iran, Irak, Suriah, dan Israel.

Sebagai gantinya, pesawat menggunakan jalur utara melewati Laut Kaspia atau selatan via Mesir–Arab Saudi. Meski lebih aman, rute alternatif ini menambah durasi penerbangan dan konsumsi bahan bakar.

Pengalihan rute berdampak signifikan pada biaya operasional. Waktu tempuh bertambah rata-rata 1–2 jam, sementara maskapai harus menyiapkan ekstra bahan bakar dan tunjangan kru.

Safe Airspace (OPSGROUP) pun memperingatkan risiko meningkatnya operasional bagi maskapai AS, yang bisa berhadapan respon militer Iran atau kelompok proksi seperti Hizbullah.

Sejumlah carrier besar, termasuk American Airlines dan United Airlines, menangguhkan layanan ke Qatar dan Dubai untuk sementara.

El Al Israel memperpanjang pembatalan jadwal hingga 27 Juni, sementara jalur darat ke Mesir dan Yordania menjadi opsi evakuasi wisatawan dan warga asing.

Evakuasi massal juga terjadi: Jepang telah membawa pulang 21 warga melalui jalur darat dari Iran ke Azerbaijan, sedangkan Selandia Baru menyiapkan pesawat Hercules C-130J untuk mengevakuasi warganya dari Timur Tengah.

Langkah ini mencerminkan kesiapsiagaan negara-negara menghadapi eskalasi lebih lanjut.

Dengan kondisi yang masih bergejolak, maskapai dan otoritas penerbangan global terus memantau risiko dan memperbarui rute secara dinamis.

Bagi penumpang, penting untuk selalu memeriksa pemberitahuan maskapai dan menyiapkan opsi transit alternatif.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK