Melawat ke Paris, Presiden Prabowo Sebut Implementasi IEU-CEPA Jadi Bahasan Utama dengan Emmanuel Macron
FAKTANASIONAL.NET — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, membeberkan sejumlah agenda dan topik strategis yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan bilateralnya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris pada Kamis (28/5/2026). Sa…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, membeberkan sejumlah agenda dan topik strategis yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan bilateralnya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris pada Kamis (28/5/2026).
Salah satu poin krusial yang dibawa dalam meja perundingan tersebut adalah pengawalan dan pelaksanaan implementasi perjanjian ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang sebelumnya telah disepakati di Berlaymont, Brussel, Belgia, pada Juli 2025 lalu.
"Kita dalam hari ini saya kira akan membahas beberapa isu-isu penting, kerja sama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, research, dan pelaksanaan perjanjian Indonesia-European Union CEPA," ujar Presiden Prabowo saat menyampaikan pidatonya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menegaskan komitmen kuat pemerintah Indonesia untuk terus menggenjot dan memperluas skala kerja sama bilateral, dengan prioritas utama pada penguatan sektor investasi antara RI dan Prancis di masa depan.
Guna memayungi target tersebut, Presiden Prabowo menyambut baik pembentukan France-Indonesia High-Level Business Council sebagai wadah konkret para pelaku usaha kedua negara. Momentum ini kian kokoh setelah status hubungan diplomatik kedua negara resmi dinaikkan.
"Kami sangat gembira karena kini kita telah memiliki Comprehensive Strategic Partnership. Tentunya, ke depan kita ingin melihat kerja sama yang lebih konkret, lebih seimbang, dan lebih berdampak," jelas Prabowo.
Kunjungan Kelima dalam 1,5 Tahun Kepemimpinan
Presiden Prabowo Subianto mendarat di Bandara Orly, Paris, pada Selasa (26/5/2026) pagi untuk memulai rangkaian lawatan kenegaraannya di Prancis. Sejak resmi dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024, Prabowo tercatat sangat aktif dan intensif merajut jalinan diplomasi dengan negara mode tersebut.
Sepanjang hampir 1,5 tahun masa kepemimpinannya, koordinasi tingkat tinggi antarkedua kepala negara telah terjalin sangat intens. Prabowo tercatat sudah empat kali melakukan kunjungan dinas ke Prancis, serta telah satu kali menjamu kunjungan resmi Presiden Emmanuel Macron beserta delegasi besarnya di Indonesia.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa lawatan Presiden Prabowo ke Paris kali ini dilakukan secara khusus untuk memenuhi undangan langsung dari Presiden Emmanuel Macron yang sempat tertunda karena bentroknya jadwal dinas sebelumnya.
"Ini adalah undangan dari Presiden Macron yang sebenarnya sempat tertunda. Jadi waktu itu saya kalau tidak salah tanggal, bulan April kunjungan yang diharapkan dilaksanakan, namun waktu yang tidak cocok pada saat itu," ungkap Sugiono kepada awak media, Rabu (27/5/2026).
Baca Juga: Estafet Kepemimpinan Pencak Silat: Sugiono Terpilih Aklamasi Jadi Ketum PB IPSI 2026-2030
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.