Menantu Trump Temui Netanyahu, Upaya Damai Gaza Masih Buntu
FAKTANASIONAL.NET - Utusan sekaligus menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner, meninggalkan Yerusalem pada Senin (17/8) tanpa membawa terobosan berarti dalam upaya mengakhiri perang di Gaza. Selama dua hari, Kushner melakukan pem…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Utusan sekaligus menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner, meninggalkan Yerusalem pada Senin (17/8) tanpa membawa terobosan berarti dalam upaya mengakhiri perang di Gaza.
Selama dua hari, Kushner melakukan pembicaraan dengan sejumlah pemimpin Israel dan Hamas.
Akan tetapi kedua pihak masih mempertahankan tuntutan masing-masing, dikutip dari DW yang dimuat detikNews, Selasa (18/8/2026).
Kushner bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah sehari sebelumnya berdiskusi dengan pemimpin politik Hamas di Mesir.
Kepada Fox News, Kushner menyebut pertemuan hampir empat jam dengan Netanyahu berjalan "baik". Ia juga mengatakan perwakilan Hamas menyampaikan "hal-hal yang tepat".
"Kita mungkin akan melihat kemajuan, Anda tahu, dalam waktu sesingkat 30 hari, semoga mulai menarik sebagian senjata dan, semoga, Anda tahu, menutup sebagian terowongan dalam 60 hingga 90 hari ke depan," kata Kushner kepada Fox News.
Trump sebelumnya menyatakan Hamas menyetujui pelucutan senjata bertahap berdasarkan peta jalan 15 poin Dewan Perdamaian, yang juga mencakup penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Hamas menyatakan menerima rencana tersebut, tetapi menegaskan pelaksanaannya bergantung pada penghentian serangan dan penarikan pasukan Israel.
Kantor Netanyahu menyebut pembicaraan dengan perwakilan Dewan Perdamaian pada Senin (17/08) berlangsung "mendalam dan konstruktif".
Dua kelompok kerja akan dibentuk, masing-masing menangani demiliterisasi Gaza serta sanitasi, air bersih, dan kesehatan masyarakat.
Di tengah proses diplomasi itu, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyerukan "pembunuhan terarah" terhadap 30 hingga 40 orang setiap malam di Gaza. Pernyataan pada Sabtu (15/08) tersebut menuai kecaman dari Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi.
"Penjahat Zionis ini berbicara sekaligus tentang pengusiran warga Palestina dan pembangunan pemukiman di seluruh Jalur Gaza," tulis Gharibabadi pada Senin (17/08).
"Pengakuan-pengakuan ini harus dicatat dan disimpan untuk hari perhitungan dan untuk persidangan para penjahat ini."
Israel membantah tuduhan genosida dan menyatakan operasi militernya tidak dapat dikategorikan sebagai genosida.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.