Mendikdasmen Abdul Mu'ti Perkenalkan Platform Rumah Pendidikan di Sidang Menteri Pendidikan APEC
KORSEL, FAKTNASIONAL.NET - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti memperkenalkan platform Rumah Pendidikan di ajang APEC Education Ministerial Meeting (AEMM) 2025 yang digelar di Jeju, Korea Selatan. Dalam AEMM yang mengus…
Dengarkan Ringkasan
KORSEL, FAKTNASIONAL.NET - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti memperkenalkan platform Rumah Pendidikan di ajang APEC Education Ministerial Meeting (AEMM) 2025 yang digelar di Jeju, Korea Selatan.
Dalam AEMM yang mengusung tema "Bridging Educational Gaps and Promoting Inclusive Growth in the Era of Digital Transformation". tersebut Menteri Mu'ti memperkenalkan Rumah Pendidikan sebagai sebuah ekosistem yang terintegrasi yang mendukung akses, kolaborasi, dan efisiensi pendidikan.
"Platform ini memungkinkan keterlibatan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk berkolaborasi dalam satu ekosistem," katanya di hadapan para Menteri Pendidikan dan perwakilan dari 21 anggota APEC tersebut.
"Platform ini memiliki delapan ruang virtual untuk berbagai informasi antar pemangku kepentingan, termasuk guru, siswa, orang tua, dan mitra pendidikan," lanjutnya dalam keterangan tertulis yang dikutip redaksi, Jumat (16/5/2025).
Ia menambahkan, di dalam Rumah Pendidikan terdapat Ruang GTK yang menjadi wadah bagi guru dan tenaga pendidik untuk lebih fokus mengembangkan kompetensinya.
"Mengingat coding akan diperkenalkan di kelas 5 SD hingga SMA, perlu adanya pelatihan dalam bidang tersebut untuk guru dan tenaga pendidik, termasuk asesmen, analisis data, dan pembelajaran mandiri," lanjutnya.
Peningkatan kompetensi guru sangat dibutuhkan di era perkembangan inovasi, digitalisasi, dan inklusivitas. Guru yang kompeten kata Mu'ti, akan membantu mengatasi kesenjangan mutu pendidikan dan membantu mempersiapkan keterampilan murid di masa depan.
"Dimasukkannya coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelegent atau AI) ke dalam kurikulum nasional bukan hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga untuk menumbuhkan pemikiran komputasional, pemahaman etika AI, dan pendekatan desain yang berpusat pada manusia," jelas Menteri Mu'ti.[zul]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.