Mengapa Vatikan, Negara Terkecil di Dunia, Justru Menjadi Salah Satu yang Terkaya?
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kematian Paus Fransiskus pada Senin (21/4/2025) mengejutkan dunia. Sorotan global otomatis tertuju pada Vatikan, yang berperan sebagai pusat administrasi dan spiritual Gereja Katolik. Di balik statusnya sebagai negara te…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kematian Paus Fransiskus pada Senin (21/4/2025) mengejutkan dunia.
Sorotan global otomatis tertuju pada Vatikan, yang berperan sebagai pusat administrasi dan spiritual Gereja Katolik.
Di balik statusnya sebagai negara terkecil — hanya 44 hektar — Vatikan menyimpan salah satu kekayaan terbesar di dunia.
Wilayah Vatikan berasal dari keputusan membangun tembok pelindung pada abad ke-19.
Meski Italia berdiri sebagai negara-bangsa modern pada 1870, Paus menolak tunduk pada otoritas Italia hingga akhirnya tercapai Perjanjian Lateran pada 11 Februari 1929.
Italia mengakui kemerdekaan Vatikan seluas 44 hektar dan membayar kompensasi total US$91 juta (US$39 juta tunai dan US$52 juta obligasi).
Dana kompensasi tersebut diinvestasikan di bawah kepemimpinan Paus Pius XII ke sektor saham, properti, perbankan, asuransi, hingga industri kimia dan konstruksi.
Pada 1965, nilai portofolio saham Vatikan di Bursa Efek Italia mencapai US$1,6 miliar, setara dengan 15% kapitalisasi pasar.
Keuntungan investasi ini bebas pajak dan terus tumbuh, hingga akhirnya membiayai berbagai amal sosial: lebih dari 1 juta anak dibantu, jutaan orang miskin diberi makan, serta donasi kemanusiaan lainnya.
Sumber pendapatan lain Vatikan berasal dari donasi umat, pariwisata, dan retribusi museum.
Meski bergelimang harta, Paus Fransiskus dikenal hidup sederhana. Dalam lawatan ke Indonesia tahun lalu, ia memilih pesawat komersial dan mobil biasa, menegaskan bahwa kesederhanaan menjadi nilai utama kepemimpinannya.
Kematian Paus Fransiskus sekaligus membuka refleksi akan masa depan Vatikan: bagaimana pewaris takhta Suci akan melanjutkan keseimbangan antara kekayaan dan panggilan pelayanan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.