Mengkritisi Wacana Dewan Perdamaian Gaza: Antara Solusi dan Properti
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Gagasan Donald Trump mengenai pembentukan Dewan Perdamaian Gaza di forum Davos memicu perdebatan sengit di kalangan pakar hubungan internasional. Dinna Prapto Raharja mengingatkan publik untuk tidak mentah-mentah menelan…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Gagasan Donald Trump mengenai pembentukan Dewan Perdamaian Gaza di forum Davos memicu perdebatan sengit di kalangan pakar hubungan internasional.
Dinna Prapto Raharja mengingatkan publik untuk tidak mentah-mentah menelan narasi "perdamaian" yang ditawarkan, karena terdapat pergeseran substansi yang signifikan dari resolusi PBB sebelumnya.
Menurut Dinna, istilah Board of Peace yang diusung Trump sebenarnya membajak semangat Resolusi DK PBB Nomor 2803.
Alih-alih memperjuangkan two-state solution atau kedaulatan penuh bagi Palestina, visi Trump dan Jared Kushner justru lebih condong pada proyek pembangunan fisik, dilansir dari rmol pada 29 Januari 2026.
Fokusnya bergeser menjadi pembangunan hotel mewah dan real estate di wilayah konflik.
Kritik tajam menyebut inisiatif ini lebih layak disebut sebagai Board of Property. Hal ini sangat kontras dengan New York Declaration yang menekankan pada penguatan kapasitas tata kelola pemerintahan Palestina dan dukungan Liga Arab.
Tanpa adanya pengakuan kedaulatan politik yang sah, proyek ekonomi tersebut dikhawatirkan hanya menjadi ilusi perdamaian bagi kepentingan pihak tertentu.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.