Menteri UMKM Dorong Integrasi 60 Juta Pelaku Usaha ke Rantai Pasok Global di Forum Beijing
BEIJING – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi memperkuat sinergi strategis dengan Pemerintah China. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan digitalisasi, perluasan akses pasar, serta upaya penginte…
Dengarkan Ringkasan
BEIJING – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi memperkuat sinergi strategis dengan Pemerintah China.
Langkah ini diwujudkan melalui penguatan digitalisasi, perluasan akses pasar, serta upaya pengintegrasian UMKM Indonesia ke dalam rantai pasok global (global supply chain).
Dalam ajang Indonesia-China SME, Trade, and Investment Cooperation Forum 2026 di Beijing, Jumat (3/4/2026), Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman menegaskan bahwa kemitraan dengan China merupakan kunci transformasi teknologi bagi pelaku usaha domestik.
Forum ini dihadiri oleh lebih dari 100 delegasi yang terdiri dari pejabat pemerintahan, asosiasi industri, hingga lembaga keuangan kedua negara.
Maman menyampaikan bahwa besarnya populasi pelaku usaha di tanah air merupakan modal kuat dalam kancah ekonomi internasional.
“Dengan lebih dari 60 juta UMKM, Indonesia memiliki potensi besar untuk terintegrasi dalam rantai nilai global, termasuk dengan China sebagai mitra utama,” ujar Maman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/4/2026).
Diplomasi Teknologi dan AI
Selain menghadiri forum utama, Menteri Maman juga melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) serta Wakil Menteri Perdagangan China (MOFCOM).
Dalam pertemuan dengan MIIT, Indonesia menekankan pentingnya transfer teknologi di bidang permesinan, robotik, hingga kecerdasan buatan (AI) melalui skema pelatihan dan pemagangan industri bagi pelaku UMKM.
Maman turut memperkenalkan Sapa UMKM, sebuah sistem digital terintegrasi yang dirancang untuk menghubungkan jutaan pelaku usaha di Indonesia dengan ekosistem digital global, termasuk di China.
Perluasan Pasar E-commerce Lintas Batas
Sementara itu, diskusi dengan MOFCOM memfokuskan pada perluasan akses pasar produk lokal melalui skema cross-border e-commerce.
Kerja sama ini dinilai sangat strategis mengingat nilai perdagangan bilateral kedua negara telah melampaui angka 167 miliar Dolar AS.
Rangkaian kunjungan kerja di Beijing ini ditutup dengan pertemuan bisnis di Kedutaan Besar RI.
Maman menjajaki peluang kolaborasi dengan sejumlah perusahaan besar China yang bergerak di sektor pertanian, energi, logistik, serta riset teknologi digital guna memastikan UMKM Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemain aktif dalam ekonomi digital dunia.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.