Misteri Gunung Pickaxe, Fasilitas Nuklir Rahasia Iran 100 Meter di Bawah Tanah Jadi Sorotan Dunia
FAKTANASIONAL.NET – Dugaan keberadaan fasilitas nuklir rahasia Iran kembali menjadi perhatian internasional. Kompleks yang berada di bawah Pegunungan Pickaxe, dekat Kota Natanz, disebut memiliki kedalaman sekitar 100 meter dan diduga menjadi lokasi…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Dugaan keberadaan fasilitas nuklir rahasia Iran kembali menjadi perhatian internasional.
Kompleks yang berada di bawah Pegunungan Pickaxe, dekat Kota Natanz, disebut memiliki kedalaman sekitar 100 meter dan diduga menjadi lokasi penyimpanan maupun pengembangan sentrifus pengayaan uranium.
Dikutip dari CNN, fasilitas tersebut berada di bawah Gunung Kuh-e Kolang Gaz La, yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan menjadi Pickaxe berdasarkan penjelasan Institute for Science and International Security (ISIS).
Pembangunannya dilaporkan dimulai pada 2020, ketika Iran memberi tahu Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bahwa lokasi tersebut akan digunakan untuk merakit sentrifus bagi program energi nuklir.
Melalui analisis citra satelit, ISIS menyebut kawasan itu memiliki jaringan terowongan, perimeter keamanan yang luas, serta pintu masuk yang diperkuat beton guna menghadapi kemungkinan serangan udara.
"Kita tahu bahwa fasilitas tersebut memiliki beberapa kompleks terowongan, perimeter keamanan yang besar, dan pintu masuk yang telah diperkuat dengan beton untuk perlindungan dari potensi serangan udara," tulis laporan ISIS.
Para analis memperkirakan fasilitas bawah tanah tersebut masih dalam tahap pembangunan dan belum beroperasi penuh.
Namun, aktivitas konstruksi dilaporkan meningkat setelah serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap sejumlah fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025, termasuk kompleks Natanz.
Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) menilai lokasi itu berpotensi digunakan untuk merakit sentrifus baru, memindahkan operasi dari fasilitas yang rusak, atau bahkan menjadi pusat rahasia pengayaan uranium.
Seorang sumber intelijen Israel yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kepada CNN bahwa Iran diduga telah memindahkan sebagian stok uranium yang telah diperkaya beserta sentrifus canggih ke kawasan Gunung Pickaxe usai serangan pada Juni lalu.
Meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim serangan terhadap fasilitas nuklir Iran telah menghancurkan kemampuan nuklir negara tersebut, baik Amerika Serikat maupun Israel dilaporkan belum pernah menyerang kompleks bawah tanah di Gunung Pickaxe yang hingga kini masih menyimpan banyak misteri.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.