Fakta Nasional

Mitigasi Kekeringan Nasional, Kementan Alokasikan 56 Ribu Unit Pompa Air Demi Amankan Swasembada Pangan

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi ancaman musim kemarau dan perubahan iklim. Pada Tahun Anggaran 2026, Kementan menyiapkan sebanyak 56 ribu unit pompa air sebagai bagian dari strategi m…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 28 July 2026 📖 2 menit
Mitigasi Kekeringan Nasional, Kementan Alokasikan 56 Ribu Unit Pompa Air Demi Amankan Swasembada Pangan
Kementan menyiapkan 56 ribu unit pompa air pada 2026 sebagai langkah antisipasi kekeringan dan menjaga target swasembada pangan nasional./Dok. Kementan
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi ancaman musim kemarau dan perubahan iklim.

Pada Tahun Anggaran 2026, Kementan menyiapkan sebanyak 56 ribu unit pompa air sebagai bagian dari strategi mitigasi kekeringan nasional guna menjaga kelangsungan produksi pangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penyaluran pompa air (pompanisasi) menjadi instrumen paling efektif untuk memastikan lahan-lahan sawah sentra padi tetap teraliri air dari sungai maupun sumber air permukaan lainnya.

"Saya selalu sampaikan bahwa sekarang kita perlu pompanisasi untuk memenuhi air dari sungai ke sawah. Mengapa? Mustahil kita lolos dari krisis pangan kalau solusi cepat ini tidak kita lakukan," tegas Mentan Amran.

Menurutnya, ketersediaan air merupakan faktor krusial dalam mempertahankan produktivitas pertanian, terlebih belajar dari pengalaman menghadapi fenomena El Nino di tahun-tahun sebelumnya.

11 Ribu Unit Sudah Disalurkan ke Daerah

Baca Juga: Hadapi Kemarau, Kementan Dorong Teknologi AWD: Hemat Air 20% Tanpa Kurangi Hasil Padi

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alam Syah, membeberkan bahwa proses distribusi bantuan telah berjalan di lapangan, terutama menyasar daerah terdampak kekeringan yang masih memiliki sumber air permukaan seperti sungai, embung, waduk, dan saluran irigasi.

"Dari total 56 ribu unit pompa air yang disiapkan pada Tahun Anggaran 2026, sekitar 11 ribu unit telah didistribusikan kepada penerima manfaat. Sementara itu, sekitar 20 ribu unit lainnya sedang dalam proses penyaluran berdasarkan usulan pemerintah daerah," ungkap Andi Nur Alam Syah, Minggu (26/7/2026).

Selain pompanisasi, Kementan juga memasok berbagai Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) pendukung modernisasi—seperti traktor roda dua dan empat, rice transplanter, hingga combine harvester—guna mempercepat masa tanam sekaligus menekan risiko kehilangan hasil panen.

Syarat dan Prosedur Pengajuan Bantuan

Pemerintah mendorong partisipasi aktif dari pemerintah daerah hingga tingkat desa untuk memetakan titik-titik sumber air potensial.

Petani yang membutuhkan bantuan pompa air maupun Alsintan lainnya dapat mengajukan usulan secara berjenjang.

Berikut mekanisme dan kriteria penerima bantuan Alsintan Kementan:

  • Jalur Pengajuan: Mengusulkan kebutuhan melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) atau Dinas Pertanian Kabupaten/Kota setempat untuk diverifikasi berdasarkan skala prioritas wilayah terdampak.

  • Kriteria Penerima: Terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) atau e-Banper.

  • Pihak Berhak: Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), kelembagaan ekonomi petani, Brigade Pangan, serta pemerintah daerah pengelola brigade Alsintan.

"Harapannya bantuan pemerintah ini tidak hanya dimanfaatkan oleh penerima secara langsung, tetapi juga memberikan manfaat bagi petani lainnya. Dengan pengelolaan yang baik, alsintan akan meningkatkan efisiensi usaha tani, menjaga produktivitas di tengah ancaman kekeringan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," tutup Andi.

Baca Juga: Lindungi Peternak Rakyat, Kementan Tetapkan Harga Minimal Ayam Hidup Rp19.500 per Kilogram


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK