Fakta Nasional

Mojtaba Khamenei Hadapi Sanksi AS, Iran Diminta Kurangi Ketergantungan pada Dolar

FAKTANASIONAL.NET - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan penguatan produksi dalam negeri dan pengurangan ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Seruan itu disampaikan ketika perekonomian Iran berada di bawah tekanan aki…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 30 August 2026 📖 1 menit
Mojtaba Khamenei Hadapi Sanksi AS, Iran Diminta Kurangi Ketergantungan pada Dolar
Mojtaba Khamenei Hadapi Sanksi AS, Iran Diminta Kurangi Ketergantungan pada Dolar/foto : RUERETES

FAKTANASIONAL.NET - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan penguatan produksi dalam negeri dan pengurangan ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Seruan itu disampaikan ketika perekonomian Iran berada di bawah tekanan akibat rentetan sanksi baru Washington.

Dikutip dari detikcom, Minggu (30/8/2026), Mojtaba menilai peningkatan produksi domestik menjadi salah satu kunci menghadapi persoalan ekonomi, termasuk inflasi, pengangguran, pengendalian harga, serta pengaturan pasar barang dan jasa.

"Kunci utama untuk mengatasi semua persoalan ini terletak pada peningkatan ketergantungan terhadap produksi dalam negeri," ujar Mojtaba.

Ia juga meminta pemerintah meningkatkan investasi, mengarahkan modal ke sektor strategis, memperbesar produksi, serta secara bertahap mengurangi dominasi dolar dalam perekonomian Iran. Kebijakan yang disebut sebagai "ekonomi perlawanan" diharapkan menjadi prioritas pemerintah.

Mojtaba turut menyoroti pentingnya menjaga pasokan kebutuhan pokok. Menurutnya, apabila produksi domestik belum mampu memenuhi kebutuhan, impor harus dilakukan secara "tepat dan bijak".

Tekanan ekonomi Iran meningkat setelah Departemen Keuangan AS pada Juli memperluas sanksi terhadap jaringan pelayaran dan keuangan Iran.

Nilai tukar Rial Iran kemudian merosot hingga menembus 2.000.000 Rial per dolar AS di pasar bebas pekan ini.

Mojtaba juga mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi dari kalangan elite muda Iran untuk mempercepat kemajuan di bidang pertanian, industri, komunikasi dan pendidikan.

Dalam pernyataannya, ia memuji pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian selama masa perang serta menyerukan persatuan sosial.

"Oleh karena itu, saya menegaskan bahwa melakukan tindakan apa pun yang merusak kohesi sosial adalah dilarang," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance menyebut penurunan harga minyak dan bensin menjadi prioritas utama AS dalam konflik dengan Iran, sedangkan pencegahan Teheran memperoleh senjata nuklir berada di urutan kedua.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada 4 Agustus menyatakan kesepakatan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dapat dicapai dalam hitungan hari.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK