Nigeria Mencekam: 215 Anak dan 12 Guru Diculik dari Sekolah Katolik
INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Kekerasan dan krisis keamanan di Nigeria kembali mencuat dalam insiden penculikan masif terbaru. Pada Jumat (21/11/2025), kelompok bersenjata menculik 215 anak dan 12 guru dari St Mary's School, sebuah sekolah Kato…
Dengarkan Ringkasan
INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Kekerasan dan krisis keamanan di Nigeria kembali mencuat dalam insiden penculikan masif terbaru. Pada Jumat (21/11/2025), kelompok bersenjata menculik 215 anak dan 12 guru dari St Mary's School, sebuah sekolah Katolik di komunitas Papiri, wilayah pemerintahan lokal Agwara. Ini tercatat sebagai salah satu insiden penculikan massal terbesar dalam beberapa tahun terakhir di negara berpenduduk terbesar di Afrika itu. Juru bicara Asosiasi Kristen Nigeria (CAN), Daniel Atori, telah mengunjungi komunitas tersebut dan bertemu dengan keluarga korban, menegaskan upaya sedang dilakukan untuk memastikan anak-anak kembali dengan selamat, dilansir pada 23 November 2025.
Respons Pemerintah dan Kelemahan Keamanan
Polisi telah mengonfirmasi serangan yang terjadi menjelang fajar ini dan segera mengerahkan tentara serta personel keamanan lainnya. Namun, insiden ini memicu kontroversi. Sebuah pernyataan dari sekretaris pemerintah menyatakan bahwa pihak berwenang telah menerima peringatan intelijen mengenai ancaman di wilayah tersebut. Lebih lanjut, pemerintah mengkritik bahwa sekolah tersebut dibuka kembali tanpa pemberitahuan atau izin dari pemerintah negara bagian, yang dianggap menempatkan siswa pada risiko yang sebenarnya bisa dihindari. Warga setempat juga melaporkan bahwa sekolah tersebut tidak memiliki petugas keamanan formal, dan seorang penjaga dilaporkan tertembak parah selama serangan.
Gelombang Penculikan dan Pembatalan KTT G20
Insiden di St Mary's terjadi hanya beberapa hari setelah serangan serupa. Sebelumnya, orang-orang bersenjata menyerbu sekolah menengah di Negara Bagian Kebbi dan menculik 25 siswi, yang 24 di antaranya masih hilang. Gelombang penculikan ini memaksa Presiden Bola Tinubu membatalkan rencana perjalanannya ke KTT G20 di Afrika Selatan, menugaskan Wakil Presiden Kashim Shettima sebagai pengganti. Penculikan dan serangan terhadap gereja di Nigeria ini juga terjadi di tengah sorotan internasional, termasuk ancaman aksi militer dari Presiden AS Donald Trump atas apa yang ia sebut sebagai "pembunuhan terarah terhadap umat Kristen Nigeria."[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.