Optimisme Emiten Tambang Batu Bara di Tengah Penyesuaian Royalti
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Meski menghadapi tekanan dari pelemahan harga batu bara dan kenaikan tarif royalti mineral dan batu bara (minerba), emiten tambang Indonesia optimistis kinerja akan tumbuh pada 2025. Kebijakan penyesuaian royalti yang di…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Meski menghadapi tekanan dari pelemahan harga batu bara dan kenaikan tarif royalti mineral dan batu bara (minerba), emiten tambang Indonesia optimistis kinerja akan tumbuh pada 2025.
Kebijakan penyesuaian royalti yang dimaksudkan untuk meningkatkan penerimaan negara ternyata tidak mematikan semangat pelaku usaha.
Para pemimpin industri justru memilih memperkuat efisiensi operasional sebagai kunci menjaga profitabilitas di tengah beban biaya yang semakin kompleks.
Menurut Pushep, perubahan tarif royalti pada komoditas emas dinaikkan dari 10% menjadi 16%, sementara tarif maksimal royalti batu bara turun dari 28% menjadi 13,5%.
Kebijakan ini dirancang pemerintah untuk menambah penerimaan APBN, namun pelaku industri mengakui beban biaya naik akibat Royalti, PPN, dan kewajiban devisa hasil ekspor (DHE).
Meski demikian, margin keuntungan masih besar karena harga pokok produksi batu bara sekitar US$ 35 per ton dan harga jual rata-rata US$ 120 per ton.
Frans Kesuma, Direktur Utama United Tractors, menegaskan komitmen menjadi “the lowest cost producer” terlepas dari perubahan royalti.
Fokus utama adalah optimalisasi biaya logistik, digitalisasi rantai pasok, dan pengerahan alat berat ramah lingkungan.
Demikian pula ABM Investama memperkuat struktur biaya melalui penguatan mekanisme lean management dan otomasi proses. Selain itu, pemerintah didorong untuk mempercepat hilirisasi tambang guna meningkatkan nilai tambah sebelum komoditas dijual.
Dengan pendekatan efisiensi dan hilirisasi, sektor tambang diharapkan tidak hanya bertahan di masa sulit, tetapi juga tumbuh berkelanjutan.
Optimisme pelaku usaha mencerminkan keyakinan bahwa kebijakan fiskal baru—walau menambah beban—dapat dikelola dengan strategi tepat dan teknologi modern.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.