Fakta Nasional

Pakar Internasional Kembali Teliti Formasi Bahtera Nuh di Turki

FAKTANASIONAL.NET - Kelompok pakar internasional kembali meneliti Formasi Durupinar di Turki yang selama puluhan tahun dikaitkan dengan keberadaan Bahtera Nabi Nuh. Tim peneliti kini mengambil sampel inti dari kedalaman hampir 18 meter untuk mengeta…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 27 September 2026 📖 2 menit
Pakar Internasional Kembali Teliti Formasi Bahtera Nuh di Turki
Pakar Internasional Kembali Teliti Formasi Bahtera Nuh di Turki/Instagram
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kelompok pakar internasional kembali meneliti Formasi Durupinar di Turki yang selama puluhan tahun dikaitkan dengan keberadaan Bahtera Nabi Nuh.

Tim peneliti kini mengambil sampel inti dari kedalaman hampir 18 meter untuk mengetahui apakah struktur berbentuk kapal tersebut terbentuk secara alami atau pernah dibuat oleh manusia.

Penelitian ini dilakukan oleh arkeolog, pakar geologi, dan pakar ilmu tanah yang tergabung dalam Noah's Ark Scans.

Organisasi penelitian dan eksplorasi yang berbasis di California itu didirikan oleh peneliti asal Amerika, Andrew Jones.

Formasi Durupinar berada di sebelah selatan Gunung Arafat, wilayah Turki bagian timur. Struktur sepanjang 157 meter tersebut mulai menarik perhatian sejak bentuk dasarnya teridentifikasi pada 1959.

Perdebatan mengenai Formasi Durupinar telah berlangsung selama puluhan tahun.

Dalam studi pada 1996, pakar geologi Lorence Collins dan penjelajah David Fasold menyimpulkan bahwa struktur tersebut merupakan "formasi batuan alami sepenuhnya".

Mereka juga menyatakan teori yang mengaitkannya dengan Bahtera Nabi Nuh sebagai sesuatu yang "tidak benar".

Noah's Ark Scans kini berupaya menguji kembali pandangan tersebut melalui pengambilan sampel dan pemindaian.

Dalam pernyataannya pada Rabu (23/9), kelompok itu menyebut misi penelitian bertujuan menguji apakah formasi tersebut benar-benar merupakan satu massa batuan alami yang homogen atau memiliki struktur internal.

Andrew Jones mengatakan data radar awal tidak menunjukkan adanya "tanda-tanda batuan padat yang homogen dan sederhana" di lokasi tersebut.

Penelitian dilakukan bersama Bakhtar Research and Engineering LLC. Dr Khosrow Bakhtar memimpin survei radar, sementara penyelidikan yang lebih luas dipimpin arkeolog Cenker Atila dari Universitas Sivas Cumhuriyet.

Noah's Ark Scans juga membagikan video dari bagian dalam Formasi Durupinar menggunakan drone Gopher, robot bawah tanah yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi.

Tim menyebut rekaman itu sebagai "rekaman pertama dari dalam Bahtera Nuh".

Namun, temuan tersebut belum dikonfirmasi secara independen. Tim berharap sampel bawah permukaan dapat memberikan petunjuk lebih jelas mengenai asal-usul formasi.

Jones mengatakan tim telah mengambil sampel dari kedalaman hampir 18 meter.

"Belum ada batuan dasar atau batu kapur padat yang teridentifikasi dalam lubang-lubang yang dibor di dalam formasi tersebut," sebutnya.

Temuan itu masih merupakan pengamatan awal. Sampel yang diperoleh harus menjalani analisis laboratorium sebelum kesimpulan lebih jauh dibuat. Laporan penelitian yang lebih rinci diperkirakan tersedia dalam beberapa minggu mendatang.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK