Fakta Nasional

Paus Fransiskus Meninggal Dunia Usai Memimpin Misa Paskah, Siapa Calon Penggantinya?

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kabar duka menyelimuti umat Katolik di seluruh dunia setelah Paus Fransiskus menghembuskan napas terakhir pada usia 88 tahun, setelah memimpin Misa Paskah di Basilika Santo Petrus. Sosoknya dikenal sebagai pemimpin yang…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 22 April 2025 📖 1 menit
Paus Fransiskus Meninggal Dunia Usai Memimpin Misa Paskah, Siapa Calon Penggantinya?
Paus Fransiskus/(Instagram)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kabar duka menyelimuti umat Katolik di seluruh dunia setelah Paus Fransiskus menghembuskan napas terakhir pada usia 88 tahun, setelah memimpin Misa Paskah di Basilika Santo Petrus.

Sosoknya dikenal sebagai pemimpin yang progresif, vokal menyuarakan keadilan sosial, dan bersemangat melakukan reformasi dalam struktur Gereja Katolik global.

Sebagai gembala umat, ia sering terlibat langsung dalam dialog antaragama, advokasi bagi kaum miskin dan pengungsi, serta mendorong transparansi keuangan Vatikan.

Sepanjang beberapa tahun terakhir, kesehatan beliau terus menurun akibat komplikasi paru-paru, termasuk serangan pneumonia berat yang memaksa perawatan intensif sebelum wafat.

Sejak 2022, Paus Fransiskus rutin menjalani pemeriksaan kesehatan karena gangguan pernapasan kronis.

Dokter Vatikan mencatat adanya jaringan parut pada paru-parunya sebagai dampak usia lanjut yang semakin rentan.

Pneumonia berat yang menyerang pada awal April 2025 memperparah kondisinya sehingga harus diobservasi di unit perawatan intensif hingga ajal menjemput.

Dikutip dari The Independent dan media Vatikan, nama-nama ini paling banyak disebut dalam spekulasi Konklaf:

Kardinal Pietro Parolin (Italia): Sekretaris Negara Vatikan sejak 2013, dikenal diplomatis dan moderat, mampu menjembatani kubu konservatif–progresif.

Kardinal Péter Erdő (Hongaria): Figur konservatif yang teguh pada ajaran tradisional, menolak Komuni bagi umat bercerai-nikah lagi.

Kardinal Luis Antonio Tagle (Filipina): Mantan Uskup Agung Manila berwawasan progresif, kandidat potensial paus Asia pertama.

Kardinal Matteo Zuppi (Italia): Presiden Konferensi Waligereja Italia, aktif di misi perdamaian dan inklusif terhadap komunitas LGBT.

Kardinal Raymond Leo Burke (AS): Tokoh konservatif garis keras, kerap kritik kebijakan pastoral Fransiskus.

Konklaf mendatang akan menjadi penentu kelanjutan visi reformasi atau kembalinya arus konservatisme di Vatikan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK