Pembicaraan AS-Iran Buntu, Kerangka Damai Tak Kunjung Disepakati
FAKTANASIONAL.NET - Pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menemui jalan buntu. Kedua negara belum mencapai kesepakatan mengenai kerangka waktu atau time frame untuk menjalankan perjanjian damai guna mengakhiri konflik di Timur Ten…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menemui jalan buntu.
Kedua negara belum mencapai kesepakatan mengenai kerangka waktu atau time frame untuk menjalankan perjanjian damai guna mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (13 Agustus 2026), seorang pejabat senior Iran mengatakan negosiator AS dan Iran masih berbeda pandangan terkait upaya penghentian perang. Pembahasan mengenai kerangka waktu nota kesepahaman (MoU) damai yang sebelumnya ditangguhkan juga belum menghasilkan perkembangan.
“Salah satu isu yang sedang dibahas via mediator adalah kembalinya AS ke perjanjian sementara dan penetapan jangka waktu untuk melaksanakan komitmen tersebut. Belum ada kemajuan sama sekali dalam masalah ini,” kata pejabat tersebut.
Pada Juni, AS dan Iran sebelumnya menyepakati MoU damai sebagai jembatan menuju penghentian perang secara penuh. Kesepakatan itu mencakup penghentian “segera dan permanen” operasi militer di seluruh front, termasuk Lebanon, serta izin bagi Iran untuk kembali mengekspor minyak.
Perjanjian sementara tersebut mengharuskan kedua negara berunding dalam 60 hari untuk mencapai kesepakatan final. Masa itu dapat diperpanjang apabila kedua pihak menyetujuinya.
Namun, sebelum periode 60 hari berakhir, Presiden AS Donald Trump mengakhiri kesepakatan pada 7 Juli. Seminggu kemudian, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan MoU tersebut “ditangguhkan”.
Washington menuding Iran tidak memenuhi komitmen membuka kembali Selat Hormuz. Sebaliknya, Teheran menilai AS tidak memenuhi janji mencabut blokade dan mencairkan aset Iran yang dibekukan.
Sebelumnya, pejabat Pakistan kepada Anadolu Agency menyebut AS dan Iran telah sepakat memperpanjang masa 60 hari. Namun, pejabat Iran membantah informasi tersebut.
“Tidak ada pembicaraan tentang perpanjangan karena dari perspektif Iran tidak ada periode yang dimulai dan oleh karena itu tidak ada yang perlu diperpanjang. Amerika Serikat melanggar perjanjian sementara 48 jam setelah disepakati dan menarik diri darinya beberapa hari kemudian,” ujarnya.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.