Fakta Nasional

Pemimpin Tertinggi Iran Sebut Trump ‘Putus Asa’, Ungkap Alasan Setujui MoU AS-Iran

FAKTANASIONAL.NET - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait nota kesepahaman (MoU) yang baru ditandatangani antara Iran dan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun media so…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 21 June 2026 📖 1 menit
Pemimpin Tertinggi Iran Sebut Trump ‘Putus Asa’, Ungkap Alasan Setujui MoU AS-Iran
Pemimpin Tertinggi Iran Sebut Trump ‘Putus Asa’, Ungkap Alasan Setujui MoU AS-Iran [foto: APF]
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait nota kesepahaman (MoU) yang baru ditandatangani antara Iran dan Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun media sosial X pada Kamis, 18 Juni 2026.

Dalam keterangannya, Mojtaba menilai tercapainya kesepakatan awal tersebut tidak terlepas dari upaya para pejabat Iran yang menurutnya bekerja dengan niat baik demi kepentingan nasional.

Ia bahkan menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump berada dalam posisi terdesak sehingga berupaya keras mewujudkan kesepakatan tersebut.

Meski mendukung proses yang berjalan, Mojtaba mengungkapkan bahwa pada dasarnya ia memiliki pandangan berbeda terhadap isi nota kesepahaman tersebut.

Namun, ia akhirnya memberikan persetujuan setelah menerima komitmen dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan anggota Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

Menurutnya, pemerintah Iran telah menjamin perlindungan terhadap hak-hak rakyat Iran serta kepentingan Front Perlawanan dalam setiap tahapan negosiasi.

Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima tuntutan yang dianggap berlebihan dari pihak Amerika dalam pembahasan lanjutan.

Sebagaimana diberitakan sejumlah media internasional, MoU antara Iran dan Amerika Serikat ditandatangani pada Rabu, 17 Juni 2026, melalui komunikasi jarak jauh antara Trump dan Pezeshkian.

Kesepakatan tersebut memuat 14 poin penting, termasuk komitmen menghentikan konflik di berbagai front, termasuk Lebanon.

Selain itu, kedua negara sepakat membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya ditutup Iran setelah serangan pada 28 Februari.

Dalam nota tersebut, Amerika Serikat juga menyetujui pencabutan blokade angkatan laut, pelonggaran sanksi ekonomi, pencairan aset Iran yang dibekukan, hingga pemberian kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Meski demikian, MoU ini baru menjadi langkah awal. Kedua negara masih harus menjalani perundingan selama 60 hari untuk menyusun kesepakatan final, termasuk pembahasan mengenai program nuklir Iran dan status uranium yang telah diperkaya.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK