Fakta Nasional

Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang di Krakatau Diminta Fokus ke Pulau Sertung

FAKTANASIONAL.NET - Pencarian lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau belum ketemu hingga Kamis (10/9/2026). Istri salah satu jurnalis yang hilang saat meliput berita Gunung Anak Krakatau menyebut, ada kemungkinan rombonga…

Penulis: Djono W Oesman Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 10 September 2026 📖 2 menit
Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang di Krakatau Diminta Fokus ke Pulau Sertung
Inilah lima jurnalis peliput erupsi Gunung Anak Krakatau yang dilaporkan hilang. Foto: Dok Istimewa

FAKTANASIONAL.NET - Pencarian lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau belum ketemu hingga Kamis (10/9/2026). Istri salah satu jurnalis yang hilang saat meliput berita Gunung Anak Krakatau menyebut, ada kemungkinan rombongan jurnalis turun ke Pulau Sertung atau Pulau Panjang.

Itu dikatakan Desi Purnama, istri jurnalis ANTARA Bagus Khoirunnas, berbincang dengan Gubernur Banten Andra Soni saat berada di Pos SAR Nasional di Pantai Marina Carita, Pandeglang, Banten, Rabu malam (9/9/2026).

5 Jurnalis Peliput Anak Krakatau Hilang Lebih dari 24 Jam

Desi menyebut, mendapat informasi bahwa salah satu pemandu rombongan jurnalis yang ada di dalam kapal, Heriyanto, mengirim foto keberadaan rombongan di dekat Krakatau. Foto tersebut terkirim di grup aplikasi pesan pada Senin (7/9/2026), sekitar pukul 18.13 WIB.

Dalam foto tersebut terlihat jelas Gunung Anak Krakatau dengan asap putih mengepul. Diperkirakan foto diambil di dekat Pulau Sertung.

Menurut Desi, suaminya sempat berbincang dengan temannya soal rencana turun di Sertung. Karena itu, dia menduga rombongan bisa saja ke sana.

"Sempat ngomong juga, 'Bisa nggak kita turun di Sertung?'" kata Desi kepada Andra.

"Nah, Bang Yandi ini ngasih rekomendasi, 'Kalau memang nggak memungkinkan, nggak usah turun.' Tapi kan kita nggak tahu, Pak, mereka di sana kayak gimana. Mereka turun atau nggak, kita nggak tahu," katanya.

Speed Boat Hilang Kontak di Selat Sunda, 8 Orang Termasuk 5 Jurnalis Masih Dicari Tim SAR

Diketahui, Pulau Sertung, bersama Pulau Rakata dan Krakatoa, berada dalam radius 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau. Area tersebut harus dihindari karena status Gunung Anak Krakatau Level III atau Siaga.

Desi pun berharap jika memungkinkan pulau tersebut dicek. Namun, dia mendapat informasi dari Tim SAR bahwa petugas tidak bisa turun ke lokasi yang dimaksud.

"Tapi informasinya kan nggak bisa, Pak, turun di Sertung. Itu gimana, Pak? Nggak memungkinkan katanya," ucapnya.

Gubernur Banten Andra Soni pun berkomunikasi langsung dengan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Banten, Al Amrad. Andra meminta informasi tersebut ditindaklanjuti.

"Iya, informasi ini kan ditindaklanjuti ya, Pak, ya?" kata Andra kepada Amrad.

Amrad menyebut Tim SAR baru sampai ke bagian luar Pulau Rakata. Informasi tersebut akan ditindaklanjuti untuk mengetahui apakah memungkinkan atau tidak.

"Sampai ke situ (Rakata), Pak. Sampai ke situ, hanya karena pas kondisi itu sudah mau malam, terus anggota saya balik. Balik karena... karena memang kondisi angin kan masih, asap tebal," ujar Amrad.

Gunung Anak Krakatau dan Misteri Selat Sunda: Benarkah Ada Kerajaan Gaib di Dasar Laut?

Diketahui, delapan orang hilang kontak setelah berlayar ke dekat Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026). Lima jurnalis yang berada dalam speedboat tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni, jurnalis lepas.

Mereka bersama Warta selaku kapten speedboat, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu berangkat dari kawasan Carita, Pandeglang, Banten, untuk melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau. (*)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK