Fakta Nasional

Perkara AS Turut Serang Iran, Indonesia Harusnya Tarik Diri dari Board of Peace?

FAKTANASIONAL.NET – Keterlibatan Indonesia dalam inisiatif Board of Peace (BoP) mulai menuai kritik tajam. Ketua Centra Initiative , Al Araf, mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera meninjau ulang dan menarik diri dari keanggotaan lembaga politik…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 02 March 2026 📖 1 menit
Perkara AS Turut Serang Iran, Indonesia Harusnya Tarik Diri dari Board of Peace?
Ilustrasi (Do. Univ Airlangga)
) -->

FAKTANASIONAL.NET– Keterlibatan Indonesia dalam inisiatif Board of Peace (BoP) mulai menuai kritik tajam. Ketua Centra Initiative, Al Araf, mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera meninjau ulang dan menarik diri dari keanggotaan lembaga politik yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tersebut.

Desakan ini muncul setelah BoP dinilai tidak sejalan dengan mandat perdamaian internasional dan mengabaikan isu kemerdekaan Palestina.

Penyimpangan dari Resolusi PBB

Al Araf menyoroti adanya perbedaan fundamental antara BoP bentukan Davos dengan mandat yang seharusnya diemban menurut hukum internasional. Meskipun diklaim sebagai forum perdamaian, BoP disebut mengabaikan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803.

Baca Juga: Habib Syakur Sebut Pembentukan Kedubes Israel di Indonesia Terbuka Lebar Pasca-Prabowo Gabung BoP Donald Trump

"Dalam piagam BoP, Resolusi 2803 tidak dijadikan dasar menimbang. Bahkan, tidak ada kata 'Palestina' dalam dokumen BoP di Davos, sangat kontras dengan Resolusi 2803 yang mengkhususkan penyelesaian masalah Palestina," ujar Al Araf dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/3).

Kritik ini semakin menguat seiring dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Al Araf menilai posisi Donald Trump sebagai Ketua BoP sangat kontradiktif dengan tindakan militernya di lapangan.

"Ketua BoP yang seharusnya menjaga perdamaian justru melakukan tindakan yang melawan perdamaian itu sendiri," tegasnya.

Pemerintah Indonesia diharapkan bertindak bijak dengan tidak terjebak dalam kepentingan politik sepihak Amerika Serikat.

Langkah penarikan diri dinilai penting untuk menjaga posisi Indonesia sebagai negara yang berkomitmen pada hukum internasional secara imparsial dan mendukung kemerdekaan bangsa-bangsa terjajah.

Baca Juga: Prabowo dan Raja Abdullah II Perkuat Poros BoP untuk Gaza


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK