Pertama Kalinya! Isreal Kalah Telak di Sidang Parlemen Dunia
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Delegasi Israel walkout dalam sesi Commite Peace and Security di IPU ke-150 yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan pada 5-9 April 2025. Ini merupakan untuk pertama kali delegasi Israel Walkout kalah total di Standing C…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Delegasi Israel walkout dalam sesi Commite Peace and Security di IPU ke-150 yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan pada 5-9 April 2025. Ini merupakan untuk pertama kali delegasi Israel Walkout kalah total di Standing Committee on Peace and Security tersebut.
“Alhamdulillah, ini luar biasa sekali perjuangannya, kita berhasil membuat delegasi Israel walkout, karena kalah total dalam membahas tentang ‘two state solutions’ untuk Palestina," kata Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (9/4/2025).
"Ini pertama kalinya biasanya Israel dan negara-negara barat punya kekuatan terkait perdamaian dan negara Palestina merdeka,” tambahnya.
Mardani juga bersyukur bahwa Indonesia termasuk negara yang paling vokal dan paling utama dalam mengangkat kemerdekaan Palestina.
“Karena kita punya hutang konstitusi kepada Palestina. Negara yang paling awal mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Palestina. Sekarang Palestina sedang berjuang untuk merdeka dan saatnya kita dukung penuh kemerdekaan Palestina,” ungkapnya.
Lebih lanjut Mardani mengungkapkan bahwa dalam pertemuan IPU yang merupakan pertemuan bilateral dengan Parlemen Uni Eropa, parlemen Turkiye dan Parlemen India tersebut, Indonesia mendorong 3 hal.
“Pertama, percepatan penandatangan EU CEPA (biar produk Indonesia bisa masuk EU tanpa hambatan), bantu percepat gabung OECD dan penguatan nilai-nilai demokrasi dan social justice. Semua diterima dan siap ditindak lanjuti,” kata Mardani.
Kedua, tambah Mardani, dengan Turkiye membahas road map Palestina Merdeka dan bantuan untuk Gaza plus hubungan bilateral yang lebih dalam.
“Ketiga, dengan India membahas kerjasama pendidikan, friendship group dan pembukaan pasar. Kesemuanya menuju satu hal. Indonesia punya sahabat yang setia dan pasar yang besar. Agar target negara maju 2045 bisa dicapai," terangnya.
"Plus membuka kesempatan masyarakat utk keluar dan bebas belajar, berdagang dan berkunjung ke banyak negara,” pungkas Mardani.[zul]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.