Pertempuran Sengit di Wilayah Taiz Yaman Terus Berkecamuk dalam Dua Hari
SEBANYAK 160 orang terkonfirmasi Tewas dalam dua hari ini, antara pasukan Yaman blok Saudi dengan Houthi. Saudi dengan bantuan intelijen Israel dan AS, mengerahkan pesawat tempur untuk melakukan serangan udara ke basis Houthi yang baru direbut. Foku…
Dengarkan Ringkasan
SEBANYAK 160 orang terkonfirmasi Tewas dalam dua hari ini, antara pasukan Yaman blok Saudi dengan Houthi.
Saudi dengan bantuan intelijen Israel dan AS, mengerahkan pesawat tempur untuk melakukan serangan udara ke basis Houthi yang baru direbut.
Fokus Houthi di Yaman saat ini di 3 front:Front sebelah barat
Front sebelah selatan
Front sekitar pegunungan Kahbub. Ketiga front ini penting bagi Houthi, untuk mengamankan akses lebih luas di wilayah bab Al Mandeb.
Taiz adalah provinsi ketiga terbesar di Yaman, dan jalan masuk ke wilayah Maarib yang kaya sumber daya alam.
Houthi terus menyerang basis basis militer Saudi yang diperkuat oleh tentara bayaran, milisi Ikhwanul muslimin, dan tentara Yaman versi Saudi di Aden.
Dengan komitmen bantuan intelijen Israel, amunisi dari Pakistan dan Turki, dan pesawat isi ulang bahan bakar dari Inggris, pemerintah PLC Yaman versi Saudi terus berupaya mempertahankan benteng di Taiz.
Houthi terus merangsek masuk untuk menguasai Taiz, kemungkinan peperangan akan terus berlangsung sengit, blok Saudi tidak menginginkan Taiz jatuh, karena itu sangat strategis untuk merebut Maarib yang menjadi salah satu mesin ATM pemerintah PLC Aden saat ini.
Dengan kekuatan yang ada, peperangan yang dilakukan Houthi saat ini fokus membersihkan Taiz dan sekitarnya dari basis basis militer Saudi, dan membuka jalan lebih luas untuk penguasaan bab Al Mandeb yang lebih massif.
Houthi saat ini menjadi satu satunya kekuatan di timur tengah aktor non negara yang memiliki persenjataan canggih mandiri, selain Iran, hanya Houthi saat ini yang punya balistik dari jajaran aliansi Iran. Hamas, Hashad Sya'bi di irak dan Hizbullah saat ini belum memiliki Balistik.
Saudi dan aliansinya keroyokan melawan Houthi yang didukung Iran, yang sekarang sedang berperang dengan AS dan Israel. Ini bukti lain bahwa Iran bukan hanya tegak, tapi juga masih mampu membackup sekutu mereka seperti Houthi.
Saudi paham kondisi mereka tidak diuntungkan walaupun sudah dibantu barat, AS, Israel, Pakistan dan Turki. Raja Salman yang tidak pernah muncul ke media bertahun tahun kemarin muncul memberikan statement mengecam Houthi. Raja Salman bicara adalah sinyal Saudi yang tidak baik baik saja.
Banyak oposisi di Saudi saat ini tidak berani bicara karena dibungkam Ben Salman, banyak aktivis, penceramah, dai dai, wartawan, ulama dan intelektual sudah lama dijebloskan dalam penjara Ben Salman.
Saudi khawatir, jika mereka melemah akibat perang di Yaman, maka oposisi di dalam negeri yang sudah lama muak dengan rezim Ben Salman mengambil kesempatan untuk melawan kerajaan.
Oleh sebab itu, semua upaya sekarang sedang dilakukan Saudi untuk melawan Houthi Yaman, agar kerajaan tidak terlihat lemah di depan rival rival Saudi di kawasan, termasuk oposisi di dalam negeri.
Kerajaan Saudi seharusnya sudah tumbang sejak arab spring lalu yang ikut menumbangkan Husni Mubarak di Mesir, Ben Ali di Tunisia dll. Tapi Saudi saat itu juga disokong AS dan Israel mati matian agar tidak ikut tergulung gelombang arab spring.
Negara negara teluk yang ikut Poris AS sejatinya adalah sangat lemah, tidak mandiri, sangat rapuh, ini terlihat saat melawan Houthi saja keteteran dan minta bantuan global. Tapi berkat sokongan Israel, mereka masih eksis saat ini.
Jordan, Kuwait, Qatar, Saudi, Bahrain, dll. Semua negara lemah yang memilih berafiliasi dengan Israel dan AS kerena kebutuhan kelangsungan kerajaan monarki mereka.
Mereka kemarin bersatu melawan Iran secara diam diam dalam perang dengan AS dan Israel. Dan sekarang mereka kembali bersatu melawan Houthi Yaman yang bahkan tidak punya pesawat tempur.
Kejatuhan pemerintah Yaman versi Saudi adalah bencana bagi Saudi secara geopolitik, makanya mereka akan mati matian mempertahankan diri disana dengan meminta bantuan Israel, AS, dll.
Monarki monarki arab yang saat ini berperang melawan Houthi, adalah mereka yang hanya memikirkan bagaimana kerajaan mereka tetap eksis, bukan bagaimana agar dunia Islam dan umat Islam lebih baik. Mereka murni Aliansi Israel yang menusuk-nusuk umat Islam dari belakang layar.
Jadi kalau ada yang berpikir bahwa monarki monarki arab itu peduli dengan Palestina dan masa depan kemerdekaannya, itu adalah ilusi dan delusi.
Hanya orang idiot yang berharap Saudi dkk mau membantu kemerdekaan Palestina secara nyata dan ril. Mereka lemah, untuk menjaga dirinya saja butuh AS dan Israel, Bantuan mereka ke palestina selama ini sifatnya gimmick dan pencitraan di depan dunia Islam, untuk menipu kalangan awam korban doktrin agama dan buta GeoPolitik.
Penulis: Tengku Zulkifli Usman
Sumber: FB @teuku fulkifli usman
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.