Pimpinan MPR Apresiasi Kebijakan Nikaragua Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), memberikan apresiasi tinggi terhadap keputusan Pemerintah Nikaragua yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. Menurut HNW, langkah tegas ini merupakan…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), memberikan apresiasi tinggi terhadap keputusan Pemerintah Nikaragua yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel.
Menurut HNW, langkah tegas ini merupakan bentuk protes terhadap kejahatan genosida dan perilaku fasis Israel terhadap Palestina.
Dalam siaran persnya, Minggu (13/10/24), HNW mendorong negara-negara anggota Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mencontoh langkah Nikaragua.
"Demi tegaknya keadilan dan kemanusiaan, langkah Nikaragua sangat layak diapresiasi. Negara-negara OKI dan Liga Arab yang telah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel perlu mempertimbangkan ulang," tegas HNW.
HNW juga mengingatkan bahwa negara-negara Arab dan Islam telah mendukung resolusi Majelis Umum PBB yang mendesak Israel mengakhiri penjajahan di Palestina.
"Sudah sewajarnya negara-negara ini menunjukkan keseriusan dukungannya dengan mengambil tindakan nyata, seperti memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel," imbuhnya.
Lebih lanjut, HNW mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam mendorong negara-negara Arab dan Islam agar mengikuti langkah Nikaragua. "Ini adalah momentum yang tepat bagi Indonesia untuk membayar hutang sejarahnya terhadap Palestina," ujar HNW.
HNW menyoroti sikap Israel yang terus mengabaikan resolusi PBB dan melakukan pelanggaran HAM di Palestina.
Serangan terhadap warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, serta pelanggaran terhadap kedaulatan negara lain seperti Lebanon, menunjukkan bahwa Israel adalah negara yang tidak menghormati hukum internasional.
"Jika PBB tidak mampu bertindak tegas terhadap Israel, maka negara-negara anggota PBB memiliki hak untuk mengambil tindakan sendiri," tegas HNW.
HNW berharap agar PBB dapat direformasi agar lebih demokratis. Namun, jika reformasi tidak kunjung terwujud, maka negara-negara anggota PBB, terutama negara-negara Arab dan Islam, harus berani mengambil langkah tegas seperti yang telah dilakukan oleh Nikaragua.
"Dengan memutus hubungan diplomatik dengan Israel, negara-negara Arab dan Islam tidak hanya menunjukkan solidaritas terhadap Palestina, tetapi juga memberikan pesan kuat kepada dunia internasional bahwa kejahatan kemanusiaan tidak akan ditoleransi," pungkas HNW.[dnl]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.