Prabowo Merasa Sebagai Orang yang Paling Hormat kepada Pakar
FAKTANASIONAL.NET - Di hadapan para pakar Gambut dari berbagai universitas, termasuk dari University of Nottingham, Bagus P Muljadi, yang bertemu di Istana baru-baru ini, Presiden Prabowo mengklarifikasi bahwa ia adalah orang yang paling hormat deng…
FAKTANASIONAL.NET - Di hadapan para pakar Gambut dari berbagai universitas, termasuk dari University of Nottingham, Bagus P Muljadi, yang bertemu di Istana baru-baru ini, Presiden Prabowo mengklarifikasi bahwa ia adalah orang yang paling hormat dengan para pakar.
Kenapa ia berhasil sebagai perwira? Presiden Prabowo menegaskan karena ia selalu mencari para pakar. Tak bisa, apa pun masalah, kalau tak dicari pakarnya. Jadi, tidak benar ia tak menghormati para pakar. Itu diplintir pidatonya di hadapan suatu audiens.
Yang dimaksud Presiden Prabowo tentu pidatonya pada acara HUT PAN ke-28 belum lama ini. Kalimat persisnya, "pakar-pakar saking pinternya jadi goblok". Tanpa mengetahui konteksnya pun, bisa disimpulkan bahwa itu tidak bermaksud ia tidak menghormati pakar.
Artinya, pakar-pakar tertentu saja, yang karena terlalu berlebihan menjadi tidak tampak lagi kepakarannya. Justru yang tampak ada kegoblokannya. Diksi goblok inilah yang diframing, sehingga Presiden dikesankan seolah tak menghormati pakar.
Ya, sebetulnya itu juga kesalahan Presiden Prabowo sendiri yang tidak lihai memilih diksi yang lembut atau tidak keras. Misalnya, pakar-pakar saking pinternya, jadi tidak pakar lagi (sebagai ganti diksi goblok). Tapi, itulah Presiden Prabowo. Ia ingin berpidato dari dalam hati tanpa teks, katanya. Artinya, ingin apa adanya saja.
Diskusi Presiden Prabowo dengan para pakar Gambut di Istana itu sebetulnya menarik sekali. Ternyata, gambut itu kalau sudah mengering dan terbakar, maka akan sulit dipadam dengan cara apa pun, termasuk dengan air. Kecuali, airnya berjuta-juta liter banyak. Wajar sulit sekali padamnya.
Presiden Prabowo ingin tahu bagaimana caranya memperlakukan lahan gambut yang begitu banyak di Indonesia untuk kemaslahatan rakyat, bukan untuk kesengsaraan yang berulang kalau sudah terbakar. Ini kali pertama pula seorang Presiden serius mencari solusi yang melibatkan para pakar, agar masalah kebakaran hutan ini tidak terus berulang. (ERIZAL)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.