Fakta Nasional

Pramugari: Penumpang Jangan Suka Colek-Colek

FAKTANASIONAL.NET - Tindakan mencolek kru kabin ternyata menjadi salah satu keluhan terbesar di dunia penerbangan. Melalui siaran siniar Jumpseat Chronicles dilansir pada 14/6, sejumlah pramugara dan pramugari veteran secara terbuka meminta para pen…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 14 June 2026 📖 1 menit
Pramugari: Penumpang Jangan Suka Colek-Colek
Pramugari: Penumpang Jangan Suka Colek-Colek/(Pixabay)

FAKTANASIONAL.NET - Tindakan mencolek kru kabin ternyata menjadi salah satu keluhan terbesar di dunia penerbangan.

Melalui siaran siniar Jumpseat Chronicles dilansir pada 14/6, sejumlah pramugara dan pramugari veteran secara terbuka meminta para penumpang untuk segera menghentikan kebiasaan menyentuh fisik demi menarik perhatian mereka saat sedang bertugas.

Melansir laporan dari Fox News, Joshua Boyd yang merupakan salah satu pembawa acara siniar tersebut mengungkapkan rasa frustrasinya atas perilaku ini.

"Apabila kami dibayar US$1 atau sekitar Rp18.100 setiap kali ada penumpang yang menyentuh tubuh kami, kami semua pasti sudah menjadi miliarder sekarang," ungkap Boyd, menyoroti betapa seringnya pelanggaran privasi tersebut terjadi.

Menanggapi fenomena ini, pakar etiket nasional yang juga pendiri The Protocol School of Texas, Diane Gottsman, menegaskan bahwa tindakan itu merupakan bentuk pelanggaran privasi.

Ia mengingatkan publik bahwa tanggung jawab utama seorang kru kabin adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang, bukan sekadar menyajikan makanan.

Gottsman menyarankan alternatif yang lebih beradab. Menurutnya, penumpang sama sekali tidak memiliki hak menyentuh pramugari.

"Mengucapkan 'excuse me' dengan volume suara yang sedikit lebih lantang adalah metode yang jauh lebih tepat dan beretika dibandingkan harus menepuk bahu, pinggang, atau lengan pekerja penerbangan," tegas Gottsman.

Isu sensitif ini sontak memicu polarisasi opini di forum daring Reddit. Mayoritas warganet memberikan dukungan penuh kepada para kru kabin dan mendesak agar maskapai memasukkan larangan kontak fisik ini ke dalam pengumuman resmi.

"Silakan gunakan tombol panggilan atau suara Anda, tetapi tolong jangan sentuh kami," tulis seorang pramugari.

Sebaliknya, sebagian penumpang tetap membela diri dengan alasan tersendiri. Mereka berdalih bahwa suara mesin pesawat yang bising kerap membuat panggilan verbal tidak terdengar sehingga diabaikan.

Bagi kelompok ini, menepuk bahu secara perlahan masih dianggap sebagai norma sosial yang wajar.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK