Fakta Nasional

Presiden Suriah Buka Peluang Kesepakatan Keamanan dengan Israel

FAKTANASIONAL.NET - Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa menyatakan pemerintahannya tengah mengupayakan kesepakatan keamanan dengan Israel sebagai langkah awal menuju perdamaian yang lebih luas di kawasan. Meski demikian, ia menegaskan proses tersebut ti…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 28 July 2026 📖 1 menit
Presiden Suriah Buka Peluang Kesepakatan Keamanan dengan Israel
Presiden Suriah/(Foto: APF)

FAKTANASIONAL.NET - Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa menyatakan pemerintahannya tengah mengupayakan kesepakatan keamanan dengan Israel sebagai langkah awal menuju perdamaian yang lebih luas di kawasan.

Meski demikian, ia menegaskan proses tersebut tidak akan mengorbankan hak Suriah atas Dataran Tinggi Golan yang masih menjadi sengketa.

Sharaa mengatakan Suriah juga berupaya melibatkan sejumlah negara untuk mendorong Israel mengambil kebijakan yang lebih seimbang terhadap Damaskus.

Ia menegaskan pendekatan pemerintahannya lebih mengedepankan dialog dibanding konfrontasi.

"Kami menghindari konfrontasi," ujar Ahmed Al Sharaa, dikutip dari Al Jazeera.

Dataran Tinggi Golan direbut Israel dari Suriah dalam Perang Enam Hari pada 1967 sebelum kemudian dianeksasi pada 1981. Hingga kini, wilayah tersebut masih menjadi salah satu isu paling sensitif dalam hubungan kedua negara.

Situasi keamanan semakin memburuk setelah pemerintahan Bashar Al Assad tumbang ke tangan pasukan pemberontak pada Desember 2024.

Sejak itu, militer Israel bergerak memasuki sejumlah wilayah strategis di Suriah, termasuk zona demiliterisasi dan sisi Suriah Gunung Hermon yang menghadap ke ibu kota Damaskus.

Israel juga terus melancarkan operasi militer, menahan sejumlah orang, serta mengklaim intervensinya dilakukan untuk melindungi komunitas minoritas Druze di Suriah barat daya.

Pernyataan Sharaa bertepatan dengan kunjungan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres ke Suriah.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari CNN Indonesia, Guterres menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan integritas teritorial Suriah.

Sharaa juga tercatat sebagai presiden Suriah pertama sejak 1967 yang menghadiri Sidang Umum PBB di New York pada tahun lalu.

Pemerintahannya kini berupaya memulihkan hubungan internasional sekaligus membangkitkan perekonomian nasional setelah hampir 14 tahun perang dan puluhan tahun isolasi diplomatik.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK