Fakta Nasional

Proyek Megah 'Ka'bah Baru' The Mukaab Disetop, Visi 2030 Arab Saudi Tersandung?

FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Arab Saudi mengambil keputusan mengejutkan dengan menghentikan sementara konstruksi megaproyek The Mukaab di ibu kota Riyadh sejak tanggal 28 Januari awal tahun ini. Proyek pencakar langit berbentuk kubus raksasa yang…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 24 May 2026 📖 1 menit
Proyek Megah 'Ka'bah Baru' The Mukaab Disetop, Visi 2030 Arab Saudi Tersandung?
Proyek Megah 'Ka'bah Baru' The Mukaab Disetop, Visi 2030 Arab Saudi Tersandung?/(instagram)

FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Arab Saudi mengambil keputusan mengejutkan dengan menghentikan sementara konstruksi megaproyek The Mukaab di ibu kota Riyadh sejak tanggal 28 Januari awal tahun ini.

Proyek pencakar langit berbentuk kubus raksasa yang kerap dijuluki 'Ka'bah baru' tersebut awalnya diusung sebagai mahakarya futuristik penanda Visi 2030.

Agenda ambisius Putra Mahkota Mohammed bin Salman ini sejatinya bertujuan melepaskan ketergantungan negara pada minyak bumi.

Namun, Public Investment Fund (PIF) yang mengendalikan aset sekitar US$925 miliar kini terpaksa mengevaluasi prioritas anggaran belanja serta meninjau ulang kelayakan finansial berbagai proyek raksasa demi menekan biaya.

Tak hanya menyoal masalah finansial, struktur ikonik ini juga menuai rentetan kritik tajam terkait dampak lingkungannya yang luar biasa masif.

Desain The Mukaab dinilai bertolak belakang dengan semangat pembangunan ramah lingkungan yang selama ini dipromosikan lewat kampanye Saudi Green Initiative.

Saat inisiatif pemerintah mengincar perluasan ruang terbuka hijau, proyek The Mukaab justru hadir sebagai gedung kubus logam tertutup raksasa berskala 400x400 meter.

Bentuk bangunan seperti ini praktis membutuhkan sistem pendingin udara raksasa dan pencahayaan buatan skala penuh sepanjang tahun, yang secara otomatis akan melipatgandakan tingkat emisi karbon secara signifikan.

Dampak ekologis bangunan megah ini turut disoroti oleh kalangan akademisi internasional. Peneliti non-residen di Arab Gulf States Institute yang juga menjabat sebagai profesor di Universitas Columbia, Yasser Elsheshtawy, mengingatkan bahwa ukuran gedung yang super masif akan menyedot debit air dalam jumlah yang sangat ekstrem, padahal Riyadh berada di kawasan yang sangat minim pasokan air bersih.

Bangunan yang dirancang memiliki menara spiral ala ziggurat setinggi lebih dari 300 meter dan layar kecerdasan buatan (AI) di dalamnya ini, juga sempat memantik kontroversi publik.

Warganet sempat melontarkan protes keras karena desain strukturnya dianggap terlampau menyerupai kesucian Ka'bah di Mekkah.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK