Resesi Barang Struktural: Impor AS dari China Anjlok Drastis Akibat Tarif Trump
INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Pasar angkutan dan logistik di Amerika Serikat (AS) sedang menghadapi keruntuhan signifikan yang disebut analis data angkutan sebagai "resesi barang struktural." Penurunan drastis ini dipicu oleh kebijakan tarif ya…
Dengarkan Ringkasan
INTERNASIONAL, FAKTANASIONAL.NET - Pasar angkutan dan logistik di Amerika Serikat (AS) sedang menghadapi keruntuhan signifikan yang disebut analis data angkutan sebagai "resesi barang struktural." Penurunan drastis ini dipicu oleh kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump terhadap impor dari China. Volume barang yang masuk ke AS terus anjlok, memicu kekhawatiran serius di seluruh rantai pasokan. Mario Cordero, CEO Port of Long Beach, mengonfirmasi dampak langsung kebijakan perdagangan tersebut, mencatat penurunan 16% dalam impor China yang memasuki AS, dilansir pada 23 November 2025.
Kombinasi Faktor Penurunan Volume
Penurunan volume impor ini disebabkan oleh tiga faktor utama. Pertama, berlakunya kebijakan tarif yang membuat barang dari China menjadi lebih mahal. Kedua, melemahnya permintaan konsumen di AS. Ketiga, adanya langkah frontloading, di mana importir menarik pesanan lebih awal pada tahun ini untuk menghindari kenaikan tarif yang diprediksi akan terus meningkat. Data Sensus AS memperkuat tren ini, menunjukkan impor pada bulan Agustus turun US$18,4 miliar dibandingkan bulan Juli. Sementara itu, pelacak data angkutan real-time memproyeksikan impor AS akan turun tajam sebesar 16,6% secara tahunan pada Desember.
Dampak Meluas pada Industri dan Pekerja
Dampak "resesi barang struktural" ini terasa kuat di berbagai sektor. Impor furnitur anjlok hingga 33%. Bahkan impor mainan, yang biasanya melonjak menjelang liburan, hanya naik 17%, mengindikasikan bahwa pengecer bertaruh pada musim belanja liburan terlemah dalam beberapa tahun. Penurunan volume kargo ini juga menciptakan dampak domestik yang serius di AS. Berkurangnya kebutuhan akan pekerja pelabuhan, truk, dan gudang memicu kecemasan pekerjaan di seluruh rantai pasokan. Selain China, tarif AS juga memukul negara lain; ekspor India ke AS, misalnya, anjlok 37,5% setelah tarif 50% diberlakukan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.