Reshuffle Kabinet Prabowo Jadi Sorotan Media Asing, Penunjukan Menlu Baru Disorot
FAKTANASIONAL.NET - Perombakan Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026) menarik perhatian media internasional. Pergantian sejumlah menteri dan pejabat strategis tersebut menjadi sorotan, terutama setelah Arrmanatha N…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Perombakan Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026) menarik perhatian media internasional.
Pergantian sejumlah menteri dan pejabat strategis tersebut menjadi sorotan, terutama setelah Arrmanatha Nasir ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) menggantikan Sugiono.
Dikutip dari CNBC Indonesia, media asing menyoroti perubahan komposisi kabinet yang mencakup sejumlah posisi penting pemerintahan. Perombakan ini juga menjadi perubahan besar dalam susunan pemerintahan Prabowo sejak menjabat sebagai presiden.
Channel News Asia (CNA), melalui laporan berjudul "Indonesia's Prabowo names new foreign, industry ministers in major Cabinet reshuffle", menyebut diplomat karier Arrmanatha Nasir, yang akrab disapa Tata, sebagai Menlu baru. Sugiono kemudian dipercaya mengemban jabatan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Sebelum ditunjuk sebagai Menlu, Arrmanatha menjabat Wakil Menteri Luar Negeri. Ia juga pernah menjadi perwakilan tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.
Setelah pelantikan, Arrmanatha menyatakan akan meneruskan program yang telah dijalankan pendahulunya. Ia juga menempatkan stabilitas kawasan dan penguatan multilateralisme sebagai prioritas kebijakan luar negeri Indonesia.
"Pencalonan kami untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030 menegaskan komitmen Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan dunia yang lebih aman dan stabil," kata Arrmanatha, seperti dikutip CNA.
Reuters, dalam laporan berjudul "Indonesia's Prabowo appoints new foreign minister", turut menyoroti penunjukan tersebut. Pergantian Menlu ini menjadi perubahan pejabat senior kedua dalam waktu kurang dari tiga pekan, setelah Prabowo mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara pada 14 September 2026.
Pengamat kebijakan luar negeri Dewi Fortuna Anwar menilai pengalaman diplomatik Arrmanatha berpotensi membentuk pendekatan yang lebih tegas di Kementerian Luar Negeri.
"Dia bisa menjadi penyeimbang bagi Prabowo," kata Dewi. Ia berharap Arrmanatha dapat memperkuat kembali peran Indonesia di ASEAN, termasuk dalam merespons konflik Myanmar.
CNA mencatat perombakan kabinet kali ini mencakup 10 pengangkatan menteri dan wakil menteri, serta delapan pejabat senior lembaga dan kepolisian.
Muhammad Sarmuji ditunjuk sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Dudung Abdurachman dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Sementara itu, Bahlil Lahadalia menjabat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus tetap memimpin Kementerian ESDM.
Reuters juga menyoroti rekam jejak Sugiono selama menjadi Menlu, termasuk keterlibatan Indonesia dalam BRICS dan keputusan Jakarta bergabung dengan inisiatif Board of Peace Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Gaza.
Arrmanatha menyampaikan bahwa Indonesia masih memantau perkembangan inisiatif tersebut serta rencana pembentukan pasukan stabilisasi internasional untuk Gaza.
Seluruh pejabat baru dalam perombakan tersebut, termasuk 18 menteri, wakil menteri, pejabat lembaga, dan kepolisian, dilantik di Istana Presiden pada Kamis sore. Pergantian ini menjadi perombakan kabinet terbesar Prabowo sejauh ini.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.