Rudal Balistik Rusia Hantam Kyiv Lagi, Korban Berjatuhan usai Zelensky Peringatkan Serangan Besar
FAKTANASIONAL.NET - Konflik Rusia-Ukraina kembali memanas setelah ibu kota Kyiv menjadi sasaran serangan rudal balistik pada Kamis, 30 Juli 2026. Serangan yang terjadi sejak pagi hari itu memicu kepanikan warga dan menyebabkan korban jiwa di sejumla…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Konflik Rusia-Ukraina kembali memanas setelah ibu kota Kyiv menjadi sasaran serangan rudal balistik pada Kamis, 30 Juli 2026.
Serangan yang terjadi sejak pagi hari itu memicu kepanikan warga dan menyebabkan korban jiwa di sejumlah wilayah Ukraina.
Informasi tersebut dikutip dari laporan Anadolu Agency, BBC, serta sejumlah media internasional.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melalui Telegram mengimbau masyarakat segera berlindung di tempat perlindungan. "Tetaplah di shelter!" ujar Klitschko, dikutip dari CNN Indonesia.
Ia juga melaporkan kebakaran di distrik Sviatoshynskyi akibat puing rudal yang berhasil dicegat, serta kebakaran lain di kawasan nonpermukiman distrik Obolonskyi.
Selain Kyiv, ledakan juga dilaporkan mengguncang Poltava dan Kryvyi Rih ketika sirene serangan udara berbunyi. Kantor berita RIA Novosti menyebut suara ledakan terdengar hampir bersamaan di sejumlah wilayah tersebut.
Menurut pejabat setempat, enam orang tewas setelah sebuah rudal menghantam rumah di desa dekat Kryvyi Rih, Ukraina tengah. Delapan korban lainnya mengalami luka-luka, termasuk dua anak.
Pembaruan dari Klitschko kemudian menyebut satu orang meninggal dunia di Kyiv, sementara Pemerintah Kota Poltava juga mengonfirmasi satu korban jiwa di wilayahnya.
Di Lviv, Wali Kota Andriy Sadovyi melaporkan sejumlah warga terluka dan beberapa lainnya masih tertimbun reruntuhan bangunan.
Serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan adanya indikasi serangan besar dari Rusia.
"Rusia telah mempersiapkan serangan besar-besaran beberapa hari lalu, dan ada kemungkinan besar serangan itu dilakukan malam ini," kata Zelensky.
Peristiwa ini juga berlangsung setelah Zelensky bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington untuk mengajukan lisensi produksi rudal Patriot. Sistem pertahanan udara Patriot disebut sebagai satu-satunya teknologi yang mampu mencegat rudal balistik Rusia.
Di sisi lain, serangan terbaru terjadi ketika Ukraina diklaim tengah mampu memperlambat laju pasukan Rusia dan meningkatkan tekanan melalui serangan terhadap fasilitas energi Rusia.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.