Runtuhnya Superioritas Udara AS: 6 Pesawat Jatuh dalam 24 Jam dan Kegagalan Strategis Trump di Iran
FAKTANASIONAL.NET - 6 pesawat AS ditembak oleh Iran dalam waktu 24 jam terakhir. ada yang jatuh ada yang berhasil lolos. Ini adalah significant progress dalam perang ini. F15E Strike Eagle, A10 warthog, KC135, HH W60 Jelly Green, dan F-16. Semuanya…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - 6 pesawat AS ditembak oleh Iran dalam waktu 24 jam terakhir. ada yang jatuh ada yang berhasil lolos. Ini adalah significant progress dalam perang ini.
F15E Strike Eagle, A10 warthog, KC135, HH W60 Jelly Green, dan F-16. Semuanya diserang dengan sistem pertahanan udara Iran.
Ini terjadi hanya beberapa saat setelah Trump mengumumkan bahwa pertahanan udara Iran telah dihancurkan dan klaim Trump atas superioritas kekuatan udara AS. Reckless Rethoric.
Setelah terjadi penembakan dan serangan masif ke pesawat pesawat tempur AS, Trump sekarang masih menolak berbicara ke media, dan mengatakan belum siap berbicara di depan media.
Dibelakang layar, AS kembali mengajukan proposal gencatan senjata, AS mengirim proposal dan poin poin gencatan senjata. Tapi langsung ditolak oleh Iran.
AS juga berupaya keras lewat Pakistan agar terjadi negosiasi, tapi Iran mengabarkan ke Pakistan bahwa Iran menolak segala jenis komunikasi dengan AS. Upaya ini berakhir gagal.
Kemampuan Iran bertahan dan terus melanjutkan perang juga memberikan kejutan bukti Iran terus melakukan improvisasi dalam perang, terus belajar untuk melumpuhkan senjata senjata canggih termasuk pesawat tempur tercanggih AS.
Indikasi perang akan terus berlanjut, karena setiap ada upaya negosiasi selalu gagal. Iran tidak pernah merespon semua jenis negosiasi. Baik langsung maupun tidak langsung.
AS tidak begitu paham dengan Iran, bahwa sekarang semua keputusan di Iran diambil oleh IRGC dan komandan nya Jenderal Ahmad Vahidi. Pemerintahan Iran saat ini de facto adalah IRGC bukan presiden, Menlu, ketua parlemen dll.
IRGC yang memutuskan semua hal, termasuk negosiasi, dan IRGC tidak membuka opsi diplomasi sama sekali. Jadi AS hanya buang buang waktu jika mau negosiasi dengan presiden, Menlu, atau ketua parlemen Iran.
Bagi IRGC, setelah AS memutuskan membunuh Ali Khamenei, artinya perang bagi Iran adalah perang eksistensial, dan IRGC akan mempertahankan Iran sampai titik akhir, sampai peluru terakhir dan tentara terakhir untuk menjaga Republik Islam Iran.
AS tidak mengerti banyak tentang IRGC, cara mereke berpikir, garis komando mereka, dan kelihatannya sama sekali tidak memahami cara berbicara dengan IRGC.
Penutupan Selat Hormuz juga adalah keputusan IRGC, yang sampai saat ini memutuskan terus menutup selat itu sampai perang berakhir. Sikap keras IRGC ini terbukti menghasilkan kekalahan telak di pihak AS.
Kalau kita saat ini menyaksikan pejabat Iran berbicara ke media, baik Menlu, Presiden, Ketua Parlemen dst, itu sama sekali tidak mempengaruhi jalannya perang yang semua operasional nya dijalankan IRGC.
Para pejabat Iran hanya memantain komunikasi media, tapi ruang perang dengan semua keputusan nya ada di tangan IRGC yang langsung mendapatkan arahan dari pemimpin tertinggi Iran. Baik keputusan dalam negeri atau luar negeri. Ini yang saat ini tidak dipahami oleh Trump.
AS dan Israel saat ini hanya bisa melakukan perang sporadis dengan terus menargetkan infrastruktur Iran. Tanpa bisa menyentuh ruang utama pertahanan Iran, balistik bawah tanah Iran, dan yang lebih strategis, mereka tidak punya akses berbicara dengan IRGC sama sekali. Dalam perang, situasi seperti ini adalah bunuh diri bagi AS secara strategis.
Semua eskalasi perang yang dijalankan oleh Trump saat ini, sebenarnya tidak menyentuh hal hal substansial yang seharusnya disentuh. Hanya terbatas dan fokus di perang fisik dan penghancuran bangunan dan infrastruktur. Anda tidak bisa mengalahkan sebuah negara hanya dengan membunuh pemimpin mereka dan menghancurkan infrastruktur sebanyak banyaknya.
Iran sampai saat ini masih menguasai kemampuan rudal, mengontrol rudal balistik bawah tanah, kemampuan perang atrisi, Iran masih memantain kemampuan proxi, masih melakukan serangan secara reguler, dan masih terus melakukan improvisasi. Ini semua diluar hitungan AS.
Perang yang dijalankan Iran di lapangan, berhasil membuat gedung putih kebingungan setiap saat, berhasil membuat Trump berbicara plin plan setiap waktu, berhasil memaksa Netanyahu untuk berpikir keras, dan berhasil membuat kekuatan militer AS dan Israel di depan Iran seperti tidak berdaya.
Perang ini berhasil mengubah lanskap GeoPolitik secara ekstrem di Asia Barat dan Timur Tengah, dipukulnya semua aliansi AS di kawasan itu oleh Iran adalah kekalahan strategis dan bersejarah sejak beberapa dekade ini.
Dan ditutupnya Selat Hormuz sampai detik ini, juga keterlibatan transaksi bisnis di Selat ini dengan memakai mata uang Iran dan mata uang China, adalah pukulan strategis lain yang menyakitkan di lapangan. Sekaligus memukul wajah Trump yang saat ini terus berbohong kepada rakyat AS setiap hari.
Tengku Zulkifli Usman, Pengamat Geopolitik Internasional
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.