Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.749 per Dolar AS, Pasar Masih 'Wait and See' Respons Damai Iran
FAKTANASIONAL.NET — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis pada sesi perdagangan Selasa (26/5). Mata uang Garuda terkoreksi sebesar 5 poin atau turun sekitar 0,03 persen ke level Rp17.749 per dolar AS jika diban…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis pada sesi perdagangan Selasa (26/5). Mata uang Garuda terkoreksi sebesar 5 poin atau turun sekitar 0,03 persen ke level Rp17.749 per dolar AS jika dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan mata uang domestik ini berjalan beriringan dengan pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga kompak berselimut di zona merah. Tercatat, yuan China terdepresiasi 0,06 persen, peso Filipina melemah 0,16 persen, ringgit Malaysia turun 0,30 persen, dolar Singapura turun 0,02 persen, yen Jepang melemah 0,03 persen, dan dolar Hong Kong ikut terkoreksi 0,02 persen.
Baca Juga: Prabowo Rancang APBN 2027: Defisit Rendah dan Rupiah Dipatok Stabil
Di tengah tren pelemahan regional tersebut, won Korea Selatan menjadi satu-satunya pengecualian setelah berhasil mencatatkan penguatan sebesar 0,18 persen terhadap greenback.
Mata Uang Negara Maju Ikut Tertekan
Tidak hanya di Asia, keperkasaan dolar AS pada hari ini juga menekan mata uang utama negara-negara maju. Euro Eropa terpantau melemah 0,09 persen, poundsterling Inggris jatuh 0,14 persen, dolar Australia terkoreksi 0,13 persen, dolar Kanada turun 0,04 persen, serta franc Swiss yang tergelincir 0,12 persen.
Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, memaparkan bahwa pergerakan rupiah saat ini cenderung bergerak konsolidatif akibat pengaruh dinamika geopolitik global. Para pelaku pasar dinilai tengah mengambil sikap menunggu dan mengamati (wait and see) terkait kelanjutan konflik di Timur Tengah.
"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi terhadap dolar AS. Investor wait and see menantikan respons Iran terhadap proposal damai AS yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Selasa (26/5).
Melihat dinamika pasar yang berkembang, Lukman memproyeksikan fluktuasi nilai tukar rupiah sepanjang hari ini akan tetap terjaga dan bergerak stabil di dalam rentang area Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS.
Baca Juga: Tipu Korban Miliaran Rupiah, Modus Jual Beli Titik Layanan Gizi Disikat BGN dan Polri
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.