Rusia Janji Balas Serangan, Moskow Diserang Lebih dari 1.600 Drone Ukraina
FAKTANASIONAL.NET - Rusia menyatakan akan meningkatkan serangan terhadap target militer di Kyiv setelah Moskow dan wilayah sekitarnya diserang lebih dari 1.600 drone Ukraina. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya dua orang dan terjadi ketika pemil…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Rusia menyatakan akan meningkatkan serangan terhadap target militer di Kyiv setelah Moskow dan wilayah sekitarnya diserang lebih dari 1.600 drone Ukraina.
Serangan tersebut menewaskan sedikitnya dua orang dan terjadi ketika pemilu parlemen Rusia sedang berlangsung.
Dilansir dari AFP, Minggu (22/9/2026), Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan sekitar 1.600 drone telah dicegat dan ditembak jatuh. Dari jumlah tersebut, sekitar 450 drone disebut diarahkan langsung ke Moskow.
Sobyanin menilai serangan itu berkaitan dengan pemilu parlemen yang berlangsung selama tiga hari. Ia menuduh Ukraina berupaya mengganggu proses pemungutan suara yang diperkirakan kembali memperkuat posisi Presiden Vladimir Putin.
“Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu jalannya pemilu. Musuh gagal melakukannya,” ujar Sobyanin melalui Telegram.
Gubernur wilayah Moskow Andrey Vorobyov melaporkan sedikitnya dua orang tewas.
Korban terdiri dari seorang wanita berusia 44 tahun dan seorang pria lanjut usia yang meninggal di dua lokasi berbeda.
Serangan juga menyebabkan kebakaran setelah sebuah drone jatuh ke gedung berlantai 21. Sekitar 400 orang kemudian dievakuasi dari bangunan tersebut. Vorobyov tidak merinci asal-usul drone yang menyebabkan kejadian itu.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji serangan tersebut. Ia menyebut operasi jarak jauh Ukraina memberikan dampak besar terhadap wilayah Moskow.
“Respons jarak jauh kami memberikan dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam,” kata Zelensky.
Ia juga menyebut salah satu fasilitas industri minyak utama Rusia serta fasilitas logistik terkena serangan.
“Salah satu fasilitas industri minyak utama Rusia dan fasilitas logistik pihak agresor terkena serangan. Ini melibatkan miliaran dolar yang menopang mesin perang mereka,” kata Zelensky.
Serangan tersebut berlangsung ketika Ukraina meningkatkan operasi drone jarak jauh terhadap Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Sasaran yang dibidik antara lain infrastruktur energi dan fasilitas minyak yang menjadi sumber pendapatan penting Kremlin.
Sobyanin mengatakan sebuah fasilitas di area Kilang Minyak Moskow mengalami kerusakan. Ia menyebut belum ada laporan korban jiwa di lokasi tersebut dan layanan darurat telah dikerahkan.
Serangan ini juga terjadi setelah Presiden AS Donald Trump pada hari Senin menyatakan Rusia dan Ukraina telah sepakat untuk tidak menyerang fasilitas energi masing-masing.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Ukraina berupaya “mengganggu kehendak demokratis warga Rusia” melalui serangan tersebut. Moskow kemudian menjanjikan tindakan militer.
“Sebagai respons terhadap serangan rezim Kyiv terhadap target sipil di wilayah Rusia, tentara Rusia akan melanjutkan dan mengintensifkan serangan berpresisi tinggi terhadap target militer di Kyiv,” kata Kementerian Pertahanan Rusia.
Serangan tersebut menjadi salah satu yang terbesar terhadap Moskow sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 2022. Konflik itu kini memasuki tahun kelima dan telah menelan ratusan ribu korban jiwa.
Pemilu parlemen Rusia sendiri berlangsung sejak Jumat. Hanya partai-partai yang mendukung Putin dan kampanye militer Kremlin yang terdaftar. Pemungutan suara juga digelar di sejumlah wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.
Meski kemenangan Partai Rusia Bersatu (United Russia) pimpinan Putin diperkirakan kuat, pemilu tersebut tetap menjadi tolok ukur dukungan publik terhadap perang yang berlangsung.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.