Rusia Siap Buka Kembali Keran Energi ke Eropa di Tengah Lonjakan Harga Minyak Global
FAKTANASIONAL.NET – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan negaranya untuk kembali memasok minyak dan gas ke pasar Eropa. Pernyataan ini muncul di saat dunia menghadapi guncangan harga energi menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serik…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan negaranya untuk kembali memasok minyak dan gas ke pasar Eropa.
Pernyataan ini muncul di saat dunia menghadapi guncangan harga energi menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang mengganggu jalur distribusi utama di Timur Tengah.
Meskipun mayoritas negara Uni Eropa telah memangkas ketergantungan energi dari Moskow pasca-invasi ke Ukraina, Putin menegaskan bahwa pintu kerja sama belum sepenuhnya tertutup bagi pelanggan lama mereka.
"Jika perusahaan dan pembeli Eropa memutuskan untuk kembali menjalin kerja sama jangka panjang yang stabil, bebas dari tekanan politik, maka kami tidak pernah menolaknya. Kami siap bekerja sama dengan orang Eropa," ujar Putin sebagaimana dikutip dari Al-Jazeera, Selasa (10/3/2026).
Dampak Ketegangan di Selat Hormuz
Ketegangan di Timur Tengah telah menyebabkan gangguan serius pada arus energi dunia. Laporan terkini menyebutkan pengiriman melalui Selat Hormuz terhenti, padahal wilayah tersebut merupakan jalur transit minyak paling vital di dunia. Kondisi ini memicu kekhawatiran akut akan stabilitas ekonomi global.
Harga minyak mentah jenis Brent bahkan dilaporkan melonjak drastis hingga lebih dari 30 persen, menyentuh angka di atas 119 dolar AS per barel.
Peluang di Tengah Krisis
Dalam pertemuan dengan pejabat pemerintah dan pimpinan perusahaan energi nasional, Putin menginstruksikan agar sektor energi Rusia bergerak cepat memanfaatkan celah pasar yang ditinggalkan oleh pasokan Timur Tengah.
Sebagai catatan, porsi gas Rusia di Eropa telah merosot tajam dari 40 persen sebelum perang Ukraina menjadi hanya sekitar 13 persen pada tahun 2025 akibat sanksi Uni Eropa dan negara-negara G7.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.