Rusia-Ukraina Kian Membara, Serangan Balasan Tewaskan Belasan Orang di Dua Negara
FAKTANASIONAL.NET – Eskalasi perang antara Rusia dan Ukraina kembali meningkat. Gelombang serangan yang dilancarkan kedua belah pihak dalam waktu hampir bersamaan menyebabkan sedikitnya 14 orang meninggal dunia di wilayah masing-masing. Dikutip dari…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Eskalasi perang antara Rusia dan Ukraina kembali meningkat.
Gelombang serangan yang dilancarkan kedua belah pihak dalam waktu hampir bersamaan menyebabkan sedikitnya 14 orang meninggal dunia di wilayah masing-masing.
Dikutip dari AFP, Senin (3/8/2026), konflik yang telah berlangsung hampir empat setengah tahun itu memperlihatkan intensitas serangan yang semakin tinggi, meski berbagai upaya diplomatik terus dilakukan untuk menghentikan perang.
Di wilayah Belgorod, Rusia, yang berbatasan langsung dengan Ukraina, serangan udara pada Minggu pagi dilaporkan menewaskan empat orang.
Penjabat Gubernur Belgorod, Alexander Shuvaev, mengungkapkan seorang anak perempuan berusia 13 tahun turut menjadi korban setelah mengalami luka berat di dekat sebuah taman bermain.
"Gadis berusia 13 tahun itu terluka parah. Petugas medis yang tiba di lokasi kejadian mengambil semua tindakan yang mungkin untuk menyelamatkannya, tetapi luka-lukanya tidak dapat dihindari," ujar Shuvaev, dikutip dari AFP.
Selain Belgorod, serangan drone Ukraina juga menghantam wilayah Saratov dan menewaskan dua orang.
Di wilayah Udmurtia, lebih dari 1.000 kilometer dari garis depan, tiga orang dilaporkan meninggal setelah sebuah kendaraan menjadi sasaran drone.
"Tindakan ini mengerikan karena tidak masuk akal. Orang-orang ini jelas bukan target militer," kata Penjabat Gubernur Udmurtia, Olga Abramova.
Di sisi lain, Rusia melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Ukraina. Otoritas setempat melaporkan dua orang tewas di Dnipropetrovsk, sementara masing-masing satu korban jiwa tercatat di Zaporizhzhia dan Kherson.
Serangan Rusia juga menghancurkan terminal milik operator logistik Nova Poshta di Kharkiv, yang menyebabkan seorang pekerja pos meninggal dunia.
Menurut AFP, Kyiv terus meningkatkan serangan terhadap fasilitas energi dan infrastruktur Rusia sebagai upaya memberi tekanan kepada Moskow agar bersedia berunding mengakhiri konflik.
Namun, proses negosiasi yang dimediasi Amerika Serikat dilaporkan terhenti sejak Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer bersama terhadap Iran.
Hingga kini, baik Rusia maupun Ukraina sama-sama membantah sengaja menjadikan warga sipil sebagai sasaran serangan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.