Rute Penerbangan Indonesia Disesuaikan Akibat Konflik Iran–Israel
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Konflik Iran–Israel memaksa penyesuaian rute penerbangan internasional dari dan menuju Indonesia. Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Udara menghentikan sementara sejumlah Flight Information Region (FIR) d…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Konflik Iran–Israel memaksa penyesuaian rute penerbangan internasional dari dan menuju Indonesia. Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Udara menghentikan sementara sejumlah Flight Information Region (FIR) di Timur Tengah demi keselamatan sipil.
Penyesuaian Rute dan Penutupan FIR
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyebut FIR Kairo, Tel Aviv, Baghdad, Suriah, Teheran, Bahrain, dan Doha sempat ditutup seiring eskalasi konflik.
“Bahrain dan Qatar kini telah membuka kembali ruang udara, namun beberapa FIR lain masih dibatasi atau tidak dapat dilintasi,” ujarnya pada Rabu (26/6/2025).
Penyesuaian rute ini diterapkan untuk menghindari zona berisiko tinggi dan memastikan pesawat sipil tidak terpapar ancaman rudal atau aksi militer.
Lukman menegaskan bahwa Kemenhub dan AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan maskapai nasional serta otoritas penerbangan di negara terkait. Maskapai seperti Garuda Indonesia telah membatalkan rute Doha–Jakarta (CGK) dan mengalihkan jalur lewat Samudra Hindia.
Skenario alternatif disiapkan untuk penerbangan haji, umrah, dan rute komersial utama demi meminimalkan gangguan operasional.
Menurut data Board of Airline Representatives Indonesia (Barindo), meski jadwal banyak dipertahankan, durasi penerbangan otomatis bertambah karena jarak tempuh lebih jauh. Biaya operasional akan naik seiring penggunaan bahan bakar ekstra. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi maskapai dan tetap tenang.
Prioritas utama tetap keselamatan penumpang dan kru. Dengan rencana skenario kontinjensi serta komunikasi intensif lintas negara, Indonesia berharap gangguan sektor penerbangan dapat diatasi tanpa menurunkan standar layanan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.