Saling Klaim Pelanggaran Gencatan Senjata, Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
FAKTANASIONAL.NET – Eskalasi ketegangan di perbatasan Timur Tengah kembali memanas setelah militer Israel melancarkan gelombang serangan udara beruntun ke wilayah Lebanon selatan pada Jumat (19/6) waktu setempat. Dalam pernyataan resminya, Pasukan P…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Eskalasi ketegangan di perbatasan Timur Tengah kembali memanas setelah militer Israel melancarkan gelombang serangan udara beruntun ke wilayah Lebanon selatan pada Jumat (19/6) waktu setempat.
Dalam pernyataan resminya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa operasi udara tersebut berlangsung sejak malam hingga pagi hari.
IDF mengklaim target operasi adalah para anggota serta pos infrastruktur milik kelompok Hizbullah yang tersebar di sejumlah titik di wilayah selatan Lebanon.
Menurut keterangan pihak Israel, jet-jet tempur dikerahkan setelah Hizbullah dituduh lebih dulu meluncurkan serangan roket yang mengarah ke posisi pasukan Israel di Lebanon selatan pada malam sebelumnya.
"Serangan-serangan itu merupakan tanggapan terhadap pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata oleh Hizbullah," tulis pernyataan resmi IDF melalui akun media sosial mereka, dikutip Sabtu (20/6).
Israel menegaskan bahwa operasi militer ini merupakan tindakan balasan mutlak atas apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran konsisten terhadap kesepakatan gencatan senjata oleh kelompok bersenjata yang disokong oleh Iran tersebut.
Korban Jiwa dan Ketegangan Kawasan
Di pihak lain, kantor berita pemerintah Lebanon melaporkan dampak dari bombardir jet tempur Israel tersebut telah menyebabkan sedikitnya 16 orang tewas.
Kendati demikian, otoritas berita Lebanon tidak merinci lebih lanjut mengenai identitas para korban, apakah seluruhnya merupakan warga sipil, elemen dari milisi Hizbullah, atau faksi kombatan lainnya.
Situasi di sepanjang garis perbatasan Israel-Lebanon kembali berada dalam status siaga tinggi.
Ketegangan ini mencuat di tengah konstelasi geopolitik Timur Tengah yang masih rapuh, bersamaan dengan bergulirnya berbagai upaya diplomasi perdamaian yang tengah dijajaki antara Amerika Serikat dan Iran.
Hingga Sabtu siang, belum ada rilis informasi lanjutan, baik dari otoritas medis Lebanon mengenai identitas korban tewas, maupun pernyataan resmi dari pihak Hizbullah terkait potensi adanya serangan balasan ke wilayah Israel.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.