SBY Desak PBB Tarik Pasukan UNIFIL: Keselamatan Prajurit TNI Harga Mati!
FAKTANASIONAL.NET - Situasi di Lebanon Selatan kian memanas, memicu kekhawatiran mendalam atas keselamatan pasukan perdamaian Indonesia. Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), secara tegas meminta PBB untuk segera mengevaluasi hingga meng…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Situasi di Lebanon Selatan kian memanas, memicu kekhawatiran mendalam atas keselamatan pasukan perdamaian Indonesia.
Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), secara tegas meminta PBB untuk segera mengevaluasi hingga menghentikan penugasan UNIFIL.
Langkah ini didorong oleh insiden gugurnya tiga prajurit TNI akibat serangan di wilayah konflik tersebut. SBY menilai, menempatkan penjaga perdamaian di tengah zona perang aktif merupakan risiko yang sangat fatal dan tidak efisien.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, menyatakan dukungan penuh terhadap pandangan SBY pada Senin (6/4/2026). Menurutnya, pasukan perdamaian seharusnya beroperasi di wilayah pasca-konflik (post-conflict), bukan di tengah pertempuran yang masih membara.
Gugurnya prajurit Indonesia menjadi sinyal kuat bahwa tanggung jawab negara adalah melindungi warganya, termasuk para personel militer yang sedang menjalankan misi luar negeri.
Dalam prinsip hukum humaniter internasional, status pasukan penjaga perdamaian wajib dilindungi. Namun, realita di lapangan menunjukkan posisi mereka di blue line kini sangat rentan terdampak operasi militer.
Pemerintah RI diminta mempertimbangkan opsi penarikan pasukan atau pemindahan lokasi penugasan ke wilayah yang lebih kondusif. Hal ini dilakukan guna menjamin keselamatan prajurit tanpa mengabaikan komitmen internasional dalam menjaga stabilitas kawasan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.