Selat Hormuz Kembali Ditutup Iran, Dunia Waspadai Gangguan Pasokan Minyak
FAKTANASIONAL.NET - Iran kembali menutup Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah. Jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia itu disebut tidak akan dibuka hingga sejumlah syarat d…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Iran kembali menutup Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.
Jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia itu disebut tidak akan dibuka hingga sejumlah syarat dipenuhi.
Laporan kantor berita Tasnim yang mengutip sumber dekat tim negosiasi Iran-Amerika Serikat pada 22/6/2026 menyebut penutupan Selat Hormuz berkaitan dengan pelaksanaan gencatan senjata di Lebanon.
Iran menegaskan jalur tersebut tetap ditutup selama kesepakatan gencatan senjata belum dihormati sepenuhnya.
Selain itu, Iran juga mensyaratkan adanya izin yang memungkinkan penjualan minyak negara tersebut sebelum akses pelayaran kembali dibuka.
Kantor berita Fars juga melaporkan bahwa Angkatan Laut Garda Revolusi Iran belum memberikan izin kepada kapal mana pun untuk melintasi Selat Hormuz hingga ada keputusan lebih lanjut.
Penutupan ini terjadi setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan langkah tersebut sebagai respons terhadap serangan Israel di Lebanon selatan yang dinilai melanggar kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat.
Sebelumnya, Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata selama 60 hari guna membuka ruang perundingan damai. Namun, situasi di Lebanon masih menjadi faktor yang berpotensi mengganggu proses negosiasi tersebut.
Seorang pejabat Amerika Serikat menyebut Israel dan Hizbullah telah menyepakati gencatan senjata pada 19 Juni lalu. Meski demikian, ketegangan belum sepenuhnya mereda karena Israel menyatakan tetap akan mengambil tindakan terhadap ancaman yang dianggap mendesak.
Di sisi lain, Hizbullah belum mengeluarkan konfirmasi resmi terkait kesepakatan terbaru tersebut. Namun, pemimpinnya Sheikh Naim Qassem menyatakan upaya untuk menghancurkan kelompok itu telah gagal.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.