Fakta Nasional

Selat Hormuz Membara: Rusia Intip Peluang Geser Poros Energi ke Asia

FAKTANASIONAL.NET - Blokade di Selat Hormuz bukan lagi sekadar isu keamanan, melainkan alarm keras bagi stabilitas energi dunia. Jalur sempit ini terbukti menjadi titik lemah yang mampu mengguncang ekonomi global dalam sekejap. Saat harga minyak mel…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 28 March 2026 📖 1 menit
Selat Hormuz Membara: Rusia Intip Peluang Geser Poros Energi ke Asia
Iran merupakan salah satu negara Syiah yang ada di Timur Tengah dan beribukota di Teheran. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET - Blokade di Selat Hormuz bukan lagi sekadar isu keamanan, melainkan alarm keras bagi stabilitas energi dunia. Jalur sempit ini terbukti menjadi titik lemah yang mampu mengguncang ekonomi global dalam sekejap.

Saat harga minyak melonjak hingga 30 persen, peta kekuatan energi mulai berubah haluan dengan Rusia yang mencoba mengambil panggung utama.

Rusia di bawah kepemimpinan Vladimir Putin tampak memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisi tawarnya. Dengan adanya gangguan distribusi di Timur Tengah, Moskow mulai memberikan sinyal pengurangan pasokan ke Uni Eropa.

Langkah ini jelas menambah beban bagi negara-negara Eropa yang tengah tertatih-tatih melakukan transisi energi di tengah krisis yang kian mencekik.

Menariknya, Rusia kini lebih agresif melirik pasar Asia. Permintaan tinggi dari China dan India menjadi target empuk bagi pengalihan ekspor minyak dan gas Moskow.

Pergeseran ini menandakan bahwa poros pengaruh ekonomi global sedang bergerak meninggalkan ketergantungan Barat, menciptakan keterikatan baru yang lebih kuat di wilayah Timur.

Ketegangan ini tidak lepas dari warisan kebijakan konfrontatif AS terhadap Iran. Dampaknya kini nyata: inflasi meroket dan biaya produksi membengkak di berbagai negara.

Meski situasi terlihat suram, krisis ini memaksa banyak negara untuk segera mempercepat diversifikasi energi domestik agar tidak terus-menerus menjadi sandera geopolitik global di masa depan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK