Fakta Nasional

Selat Hormuz Terancam Tutup: Indonesia Waspadai Guncangan Ekonomi Global

FAKTANASIONAL.NET - Potensi penutupan jalur pelayaran Selat Hormuz kini menjadi alarm merah bagi stabilitas ekonomi Indonesia. Mengingat sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintasi jalur sempit ini, gangguan sekecil apa pun dipastikan akan memi…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 06 March 2026 📖 1 menit
Selat Hormuz Terancam Tutup: Indonesia Waspadai Guncangan Ekonomi Global
Blokade berkepanjangan di kawasan ini memicu lonjakan harga energi dan inflasi komoditas industri global./(instagram)

FAKTANASIONAL.NET - Potensi penutupan jalur pelayaran Selat Hormuz kini menjadi alarm merah bagi stabilitas ekonomi Indonesia.

Mengingat sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintasi jalur sempit ini, gangguan sekecil apa pun dipastikan akan memicu lonjakan harga energi secara global.

Pemerintah Indonesia pun diminta segera menyiapkan tameng fiskal untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, mengingatkan bahwa Indonesia sangat rentan karena statusnya sebagai negara net importir minyak, dilansir pada 5 Maret 2026.

Jika harga minyak mentah melambung, beban subsidi energi dalam APBN akan membengkak, yang diikuti dengan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah dan kenaikan inflasi domestik yang bisa memukul daya beli masyarakat.

Menghadapi situasi ini, Amelia mendorong penguatan koordinasi antara Kementerian ESDM dan Bank Indonesia. Diversifikasi sumber pasokan energi dan pengamanan cadangan BBM nasional menjadi harga mati.

Selain itu, pemerintah diharapkan melakukan diplomasi aktif di level internasional guna memastikan navigasi laut tetap aman sesuai hukum internasional demi menjaga kepentingan nasional.**


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK