Fakta Nasional

Sempat Dalih Konflik Timur Tengah, Dirut Hanania Group Akui Salah Kelola Dana Umrah Rp100 Miliar

FAKTANASIONAL.NET — Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah yang menjerat Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional (Hanania Group), Ahmad Syah Farhan, terus bergulir. Setelah sempat berdalih bahwa kegagalan keberangkatan ri…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 01 June 2026 📖 2 menit
Sempat Dalih Konflik Timur Tengah, Dirut Hanania Group Akui Salah Kelola Dana Umrah Rp100 Miliar
Direktur Utama Hanania Group Ahmad Syah Farhan telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penggelapan dana umrah 2.500 jemaah dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp100 miliar setelah sebelumnya sempat berdalih gagal berangkat karena konflik Timur Tengah./net.

FAKTANASIONAL.NET — Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah yang menjerat Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional (Hanania Group), Ahmad Syah Farhan, terus bergulir.

Setelah sempat berdalih bahwa kegagalan keberangkatan ribuan jemaah disebabkan oleh eskalasi konflik di Timur Tengah, pihak manajemen akhirnya mengakui adanya krisis keuangan internal akibat salah kelola.

Dalam konferensi pers yang digelar oleh para korban di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026), terungkap kronologi penundaan sepihak yang dialami oleh para calon jemaah.

Salah satu korban, Uli (33), menjelaskan bahwa pihak travel awalnya menggunakan alasan kondisi keamanan global yang tidak menentu untuk membatalkan keberangkatan grup Syawal yang dijadwalkan terbang pada 21 Maret hingga 3 April.

"Jadi terkait pembatalan, khusus di kasus grup Syawal adalah force majeure yang di mana kondisi Timur Tengah waktu itu eskalasi lagi ada serangan nuklir ya lumayan banyak beberapa kali ke Dubai," ungkap Uli menirukan dalih pihak travel.

Baca Juga: Hanania Travel Dipolisikan: Ratusan Calon Jemaah Umrah Diduga Jadi Korban Penipuan

Pihak Hanania Travel beralasan pembatalan terhadap sekitar 1.500 jemaah grup Syawal terpaksa dilakukan karena rute penerbangan mengharuskan mereka melakukan transit di Dubai. Namun, alasan tersebut segera dipatahkan oleh para korban setelah melacak bahwa maskapai penerbangan yang bersangkutan sebenarnya tetap beroperasi normal sesuai jadwal.

Kejanggalan Rute Penerbangan Langsung

Kecurigaan para calon jemaah semakin menguat pada jadwal keberangkatan 25 Maret 2026. Di mana pada kloter tersebut, para jemaah seharusnya dijadwalkan terbang menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan rute langsung (direct flight) menuju Tanah Suci tanpa perlu melakukan transit di Dubai.

Seiring menguatnya desakan dari para korban, manajemen Hanania Group akhirnya tidak dapat mengelak dan mengakui bahwa penyebab utama pembatalan masif ini murni karena kondisi finansial perusahaan yang kolaps.

"Sampai akhirnya pernyataan terakhir dari direktur Pak Farhan dia mengakui bahwa ini memang alasan salah kelola yang mengakibatkan arus kas operasionalnya minus begitu," tutur korban lainnya, Anny (30), di lokasi yang sama.

Total Kerugian Mencapai Rp100 Miliar

Sebelumnya, aparat penegak hukum telah resmi menetapkan Ahmad Syah Farhan sebagai tersangka dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah.

Berdasarkan basis data posko pengaduan, jumlah korban yang gagal berangkat hingga saat ini diperkirakan telah mencapai 2.500 jemaah yang tersebar di beberapa kloter keberangkatan berbeda.

Mengingat banyaknya jumlah jemaah yang terdampak, total kerugian material dalam kasus penggelapan dana umrah oleh PT Khazanah Tamma Internasional ini ditaksir menyentuh angka Rp100 miliar.

Saat ini, para korban mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas aliran dana tersebut guna memastikan kejelasan hak-hak pengembalian (refund) uang mereka.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK