Serangan Mematikan Israel Guncang Beirut, Komandan Elite Hizbullah Tewas
FAKTANASIONAL.NET - Ketegangan di Timur Tengah kembali mendidih usai serangan udara Israel menyasar pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, pada hari Rabu (6/5/2026). Mengutip laporan dari kantor berita AFP, gempuran tersebut menewaskan Malek Ba…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Ketegangan di Timur Tengah kembali mendidih usai serangan udara Israel menyasar pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, pada hari Rabu (6/5/2026).
Mengutip laporan dari kantor berita AFP, gempuran tersebut menewaskan Malek Ballout, seorang komandan operasi senior dari unit pasukan elite Hizbullah, Radwan. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terpisah mengonfirmasi bahwa militernya memang sengaja membidik petinggi sayap militer tersebut.
Berdasarkan informasi yang disiarkan oleh Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), jet tempur Israel menjatuhkan proyektilnya di kawasan Ghobeiri, sebuah area yang dikenal luas sebagai basis benteng pertahanan utama kelompok Hizbullah.
Sumber keamanan internal Lebanon turut mengonfirmasi kepada AFP bahwa serangan tersebut secara akurat menghantam sebuah unit apartemen tempat para pemimpin pasukan Radwan tengah melangsungkan pertemuan rahasia.
Pasca-ledakan, seorang koresponden media di lapangan melaporkan pemandangan yang memilukan. Bangunan yang menjadi target seketika luluh lantak tertimbun puing-puing material, sementara warga sipil terlihat berlarian panik demi menyelamatkan diri dari radius area serangan.
Insiden di wilayah Beirut ini kian memperburuk krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung. Kementerian Kesehatan Lebanon mendata bahwa pada hari yang sama, rentetan gempuran Israel di area selatan dan timur Lebanon juga merenggut sedikitnya 11 nyawa.
Sejak konflik kembali bereskalasi, akumulasi korban tewas akibat agresi ini telah melampaui angka 2.700 orang, dan memaksa lebih dari satu juta penduduk mengungsi.
Ironisnya, wilayah Beirut dan sekitarnya sempat mengecap ketenangan relatif pasca-tercapainya kesepakatan gencatan senjata.
Namun, Israel secara sepihak kembali membombardir wilayah selatan yang berujung pada aksi balasan terus-menerus dari kubu pejuang Hizbullah terhadap pasukan rezim Zionis tersebut.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.